Tentang Rezeki

Standar

Saya Pernah Mengisi Kultum (Kuliah Tujuh Menit) untuk acara Cahaya Qalbu di UB TV pada bulan ramadhan tahun 2015 dengan tema  Menguak Rahasia Rezeki

Kalau link tersebut dibuka maka anda akan bertemu dengan penjelasan saya secara dalam bentuk video tentang tingkatan rezeki, bagaimana kaitan antara bekerja dan rezeki, bagaimana Alloh membagi rezeki berdasarkan petunjuk dalam Al-qur’an dan seterusnya.

Ada pertama, madzmun ditangung oleh Alloh. Dalam konteks ini rezeki itu dipastikan datang kepada hambanya. Alloh mendatangkan rezeki dengan berbagai cara sehingga hambanya bisa hidup. Kategori kedua adalah maqsum. yakni rezeki telah dibagi sesuai dengan kadar kapasitas dan kapabilitas hambanya. disini ada unsur ikhtiar atau kerja keras serta taqdir yang telah diatur. jadi pada rezeki kategori ini merupakan pertautan antara unsur manusia yang berusaha serta unsur pengaturan oleh yang maha kuasa. Ada orang orang tertentu yang telah ditaqdirkan menjadi orang kaya dan ada yang ditaqdirkan menjadi orang miskin namun tidak menafikan faktor usaha atau ikhtiar. Kategori ketiga adalah  mau’ud atau rezeki yang  dijanjikan. Alloh menjanjikan rezeki bagi beberapa kriteria-kriteria tertentu misalnya rezekinya orang yang bertaqwa. Dijanjikan oleh Alloh bahwa rezeki orang bertaqwa adalah dari arah yang tak disangka-sangka atau diluar perkiraan (man yattaqillaha yaj’al alhu makhrojan wa yarzuquhu min haitsu la yahtasib). Orang yang sabar dan  khusyu’ juga dijanjikan akan senantiasa dapat pertolongan (wasta’inuu bisshobri wassholah innaha lakabirotan illa alal khosyiin). Dan masih banyak lainnya jika kita kaji mendalam tentang bagaimana rezeki itu diatur oleh Alloh serta dijelaskan dalam Alqur’an.

Rezeki tak akan salah alamat. jadi dengan memahami kriteria atau kateogri serta penjelsan Alloh melalui Al quran tentang bagaimana rezeki diatur serta bagaimana rezeki memiliki tingkatan maka akan menjadikan kita manusia yang tenang dalam bekerja. Biarlah kita bekerja maksimal sebaik baiknya  dan alloh yang akan mengatur rezeki untuk kita. Seorang kawan bilang pada saya bahwa biarlah kita mengatur belanja sebaik-baiknya untuk kebaikan dan selebihnya biarkan Alloh SWT yang mengatur pemasukan untuk kita. Semoga kita menjadi pribadi yang baik dalam memahami rezeki. Aamiin…

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s