Pengalaman menangani bakat anak..

Standar

Kak Nay senang menggambar dan hari ini telah menelurkan karya buku komik pertamanya yang berkisah tentang keseharian kakak beradik dirinya dan adeknya. Gambar yang dibuat kak nay dalam komiknya tampak sangat komunikatif serta pandai sekali membuat plot cerita sehingga membawa pembacanya bisa menghayati kelucuan serta ketengilan kelakuan kanak-kanak mereka.

Misalnya salah satu episode dalam bukunya ini bercerita tentang pertengkaran kanak-kanaknya dengan sang adik dan dilerai umi (saya). Namun pertengkaran itu berlanjut sampai saat makan malam tiba di Rumah Makan favorit mereka yang kebetulan menu-menunya berporsi sangat besar. Karena besarnya porsi tersebut maka saya meminta mereka berbagi makanan dalam satu menu untuk menghindari makanan sisa yang mubadzir. Sebenarnya tujuannya adalah agar kakak dan adek bisa berdiskusi dan menemukan solusi sebagai kesepakatan bersama. akan tetapi yang terjadi justru mereka bertengkar kembali maka akhirnya sayalah yang membuat keputusan.

Kak Nay menggambarkan kejadian menjengkelkan bagi mereka ini dengan plot yang asyik sehingga membuat yang membaca akan tertawa. Berikut cuplikan halaman terakhir episode tersebut:

IMG_0857

Pada awalnya saya tidak mengenali dengan baik bakat Kak Nay ini. yang saya ketahui adalah rumah yang senantiasa berantakan oleh kertas kertas bergambar yang berserakan dimana mana. Tentu saja saya agak marah-marah supaya ia lebih rapih dan menjaga kebersihan hingga dalam suatu kesempatan kami ngobrol dan Kak Nay menceritakan gambar-gambar berserakan tersebut. Barulah saya menyadari bahwa kertas-kertas berserakan itu adalah sebuah potensi yang patut digali serta diarahkan lebih lanjut.

Mulailah saya mencari informasi, sharing dengan teman, serta meminta pendapat teman-teman melalui media sosial apa yang sebaiknya saya lakukan mengingat saya sama sekali tidak paham dunia gambar menggambar. Kemudian seorang teman dari penyiar RRI memberi kontak seorang komikus bereputasi tinggi yang tinggal di malang. Dari sini saya berdikusi tentang komik serta kami bersama sama membuat rangkaian hal-hal strategis yang bisa kita lakukan untuk mengarahkan dan mengembangkan potensi Kak Nay ini hingga tercetus ide membuat buku komik.

Dari kejadian ini saya mendapatkan pelajaran bahwa mengenali dan mengarahkan bakat atau potensi anak mungkin tidak bisa kita lakukan sendiri. terkadang kita perlu men-share apa yang menjadi keperluan kita bahkan apa yang perlu untuk kita ketahui tentang bakat anak kita tersebut. dalam banyak kasus saya diskusi ternyata tidak selalu bakat anak adalah “turunan” dari orang tuanya sebab bisa saja itu muncul dari minatnya. dan minat ini bisa dari apapun misalnya lingkungan, trend, daya tarik hal tersebut serta aspek-aspek lain yang memunginkan.

Kak nay mungkin tidak berkembang sepesat ini tanpa bantuan banyak pihak yang peduli mulai dari teman-teman saya yang memberi pendapat dan gagasan tentang apa yang seharusnya saya lakukan sebagai seorang ibu atas bakat anaknya ini. sampai kemudian teman-teman saya ini memberi saya “jalan” bertemu ahlinya.

Oke, semoga sharing pengalaman ini ada manfaatnya.

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s