Menyikapi Tes IQ: Lebih penting tetap selalu memotivasi anak….

Standar

 

Beberapa hari lalu Kak Nay pulang sekolah dengan bangga membawa hasil tes IQ nya yang menurut skala IQ(wechsler) tergolong diatas rata-rata yakni senilai 113. Skala ini membuat beberapa kategori mulai dari Moron (50-59), Borderline (60-79), Lambat belajar (80-89), Rata-rata bawah (90-99), rata-rata (100-104), Rata-rata atas (105-109), Diatas rata-rata (110-119), Superior (120-129), Berbakat (130-139) dan jenius untuk diatas 140. Tentu sebagai ibu saya tetap bersyukur atas hasil tersebut namun terasa ada yang kurang pas dalam hati dan pikiran saya atas rasa bangga yang tersirat di wajah anandaku tercinta…

Saya bertanya apakah kak Nay bangga dengan perolehan tes IQ tersebut? Ia menjawab bahwa menurut teman-temannya hasil testnya itu keren. Adakah temannya yang hasil testnya kurang memuaskan. Ia jawab ada. Bagaimana sikap anak tersebut? Ia jawab sedih. Bukannya hasil tes ini rahasia? Ia menjawab bahwa memang tertulis rahasia tapi semua temannya saling sharing, saling lihat, hasil tes tersebut. Begitulah anak-anak..

Siang itu saya berdiskusi dengan kakak bahwa hasil tes IQ tersebut tidaklah menjadi satu-satunya ukuran dari keberhasilan seorang anak di masa depan sebagaimana IP (Indeks Prestasi) yang mengukur prestasi akademik mahasiswa juga bukan satu-satunya ukuran dari keberhasilan seorang mahasiswa di masa depan. Ada banyak faktor yang menjadi pendorong keberhasilan seseorang di masa mendatang seperti kerja keras, belajar yang tekun, berdoa dengan sungguh-sungguh, kreatif, pandai membaca peluang, membangun relasi yang banyak dengan berbagai pihak dan lain sebagainya. Artinya, anak yang hasil test nya kurang memuaskan tersebut tetap saja punya peluang besar untuk menjadi pribadi sukses di masa mendatang.

SETIAP ANAK ISTIMEWA

Seingat saya ini bukan satu-satunya tes masuk ke sekolah di mana lembaga tertentu mengajukan proposal kerjasama untuk tes-tes yang mengukur kepribadian, intelegensia, bakat, bahkan ramalan masa depan. Saya ingat dulu juga pernah ada test finger print saya lupa istilahnya dimana dilakukan prediksi berdasarkan teori tertentu dari finger print seorang anak disisi mana bakat dan kemampuan anak itu menonjol. Saya sudah mencari dokumen hasil tes ini milik Mbak Ninid semasa masih TK dan saya ingat hasilnya Mbak Ninid seimbang otak kanan dan kirinya sama-sama aktif. Memang waktu itu Si Ninid bisa menulis dengan tangan kanan dan sekaligus tangan kiri. Bahkan dia bisa menulis bersamaan tangan kanan dan kirinya. Namun jujur saya tidak terlalu menganggap penting tes-tes tersebut. Bagi saya tes-tes tersebut hanyalah hore-horenya anak-anak sekolah.

Test-test tersebut di satu sisi ini menawarkan “prediksi” dari potensi anak agar potensi-potensi telah dikenali sehingga akan lebih mudah mengarahkan anak sesuai bakatnya. Di sisi lain ukuran-ukuran dalam test tersebut justru berpotensi juga untuk  menjudgemen kemampuan anak-anak dalam batasan-batasan kategori hasil test tersebut.  Menurut saya jika disikapi secara kurang bijaksana maka akan berbahaya dan justru kontraproduktif sebab mengungkung pikiran dan kreatifitas anak dalam skor tersebut.

Saya percaya bahwa manusia adalah makhluk belajar dimana Alloh SWT memberi potensi yang relatif sama untuk dikembangkan. PBeberapa potensi tersebut antara lain:

  1. Potensi utama adalah potensi fitrah yakni terlahir sebagai manusia dg jiwa yang suci (yuuladu ala fitroh). Karenanya kita mesti yakin bahwa pada dasarnya tiap manusia itu baik.  Nabi bersabda dalam sebuah hadits: kullu mauludin yuuladu ala fitroh. Maka otomatis anak-anak kita pun pada dasarnya adalah anak-anak yang baik.
  2. Potensi Mengembangkan diri.  Dalam sebuah ayat yang sangat terkenal tentang penciptaan manusia di firmankan oleh Alloh SWT melalui alquran: wallahu akhrojakum mim butuuni ummahatikum la ta’lamuna syaia wa ja’ala lakumussam’a wal abshooro wal af’idah laallakum tasykuruun (an-nahl: 78). Disini kita ditunjukkan bahwa saat kita lahir kita semua tidak tau apa-apa namun Alloh SWT membekali kita fungsi pendengaran, penglihatan, dan  akal budi supaya kita bersyukur. Ini mencerminkan manusia mengembangkan dirinya dari fungsi-fungsi tersebut bahkan jika salah satu fungsi tersebut tidak maksimal akibat ketulian atau kebutaan ternyata akal budi ini bisa tetap dikembangkan dengan metode-metode tertentu. Disinilah kita bisa menumpukan keyakinan bahwa IQ, EQ, SQ dan Q Q yang lainnya itu bertumbuh seiring bagaimana manusia memaksimalkan potensi tersebut.
  3. Potensi posisi sebagai kholifah terhadap alam/lingkungan. Disini manusia bisa memaksimalkan potensi sebagai kholifah yang menjaga melindungi serta mengembangkan kebaikan di dunia namun jika potensi ini berkembang secara salah juga bisa menjadi perusak. Ada dua dalil yang menunjukkan potensi saling berbenturan ini yakni wa idz qoola robbuka lil malaikati inni jaailun fil ardli kholifah VS dhoharol fasadu fil barri wal bahri bima kasabat aydinnaas.

Artinya, selama manusia masih hidup segala potensi itu bisa ditumbuhkan dan dikembangkan sejalan dengan pemikiran dan bagaimana lingkungan kondusif diciptakan untuk mendukung hal-hal tersebut diatas.

MAKA BIJAKSANA MENYIKAPI BERBAGAI TES ITU PENTING…

Dasar pemikiran qur’an dan hadits diatas penting untuk keseluruhan periode kita menjadi orang tua yang berkewajiban mendidik anak-anak kita. Catatan penting dari kejadian ini bagi saya adalah:

  1. Jangan jadikan hasil test IQ (maupun test lainnya) sebagai patokan dari pikiran kita dalam mendidik anak-anak kita. Itu hanyalah indikasi manusiawi yang sangat mungkin salah. Lebih baik kembali pada dasar bahwa semua anak ponya potensi yang besar sebagaimana ayat dan hadits diatas.
  2. Tetap menghargai tes tersebut sebagai buah karya dari pemikiran tertentu dalam suatu disiplin ilmu tertentu khususnya (mungkin) psikologi.
  3. Percaya bahwa hasil-hasil test itupun juga dipengaruhi oleh lingkungan dan usaha belajar anak-anak kita.
  4. Tetap memberikan semangat dan menghargai berbagai hasil test dari semua teman-temannya tersebut.

Semoga sharing ini bermanfaat….  Aamiin…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s