Do’a anak-anak yang mengancam kita para orang tua…

Standar

“Ya Alloh… Ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku sebagaimana mereka mengasihiku di masa kecilku..” Malam itu adalah maghrib yang syahdu.  Anakku, Mbak Ninid kecil, membaca do’a ini sehabis shalat dalam bahasa Indonesia sambil mengerling mata tengil padaku. Dia memang sering tengil dengan logika-logika cerdas yang tengil. Mukanya terlihat semacam percampuran antara cerdas, polos, benar sekaligus nggregetno meskipun benar.. Itulah yang saya sebut tengil.

Tiba-tiba saya merasa do’a itu adalah warning. Doa tersebut adalah ancaman! Simaklah baik-baik. Do’a itu adalah peringatan bahwa anak-anak  kita dibimbing Alloh melalui Al Qur’an dalam doa tersebut agar kita mengasihi mereka saat mereka kecil. Kasih sayang kita saat mereka kecil ini  akan jadi ukuran dalam do’a dalam mereka seumur hidup mereka untuk kita. Mereka memohon Alloh SWT menyayangi kita seperti kita menyayangi mereka saat mereka kecil… Kamaa robbayani shoghiroo… Hati-hatilah sahabat. Sekali lagi hati-hatilah sahabat…  Anak-anak kita mendoakan kita, seumur hidup mereka, agar Alloh mengasihi kita sebagaimana kita mengasihi mereka saat mereka kecil…

Pertanyaan besarnya adalah ada apa dengan anak-anak kita saat mereka masih kecil? Kenapa Alloh SWT menyelipkan persyaratan berlakunya do’a anak kita untuk kita itu adalah senilai kasih sayang kita pada mereka saat mereka masih kecil? Dan itu berlaku seumur hidup hingga kita wafat…? Bagaimana jika kita orang tua tidak menyayangi saat mereka kecil? Bagaimana jika kita “khilaf” di masa kecil mereka dan baru tersadar saat mereka sudah besar dan atau tak tersadar hingga wafat tanpa pernah mencurahkan kasih sayang pada anak-anak kita…? Lalu saat mereka kecil itu berarti mulai kapan hingga usia berapa? MasyaAlloh….  Alloh SWT demikian detil dalam kebijaksanaanNya… Subhanalloh wal hamdulillah…

ADA APA DENGAN MASA KECIL MANUSIA?

Pernah mendengar lagu nasida ria zaman dulu:”belajar di waktu kecil bagai melukis di atas batu, belajar sesudah dewasa bagai melukis diatas air…”

Memang pembahasan kita bukan tentang belajar namun lagu diatas bisa memberi kita gambaran bagaimana masa kecil itu adalah masa yang sangat penting. Masa dimana seperti mengukir diatas batu yang berarti akan sangat membekas seumur hidup seorang anak.

Beberapa catatan penting dari banyak hal yang saya baca tentang masa kecil anak kita adalah sebagai berikut:

  1. Alloh SWT dan kanjeng nabi Muhammad SAW memerintahkan kita untuk berbuat baik pada anak-anak kita sebab anak-anak adalah titipan/amanah Alloh dan tidak semua orang diberi amanah ini. lihat suar Assyura 49-50. Bahkan Alloh menjamin rezeki anak-anak kita dalam al-an’am 151 sebab saat kita memiliki anak maka Alloh menanggung rezeki untuk kita dan anak kita. Secara lebih tegas lagi agar ibu menyusui dan ayahnya memberi makan dan pakaian pada ibunya anak secara baik serta mewariskan harta secara baik pula dalam dimana Alloh menegaskan sifatnya yang Maha Melihat dalam hal ini melalui surat Al-Baqoroh ayat 233 :

    وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ {البقرة: 233}

    Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Baqarah: 233).

  2. Masa kecil anak-anak adalah dasar dari watak, sikap, cara berfikir dan berperilaku. Ini banyak dibuktikan oleh studi-studi ilmu psikologi yang salah satunya saya copy melalui sebuah link dibawah tulisan ini.
  3. Masa kecil adalah periode emas pertumbuhan yang membutuhkan sentuhan kasih sayang untuk menstimulasi otak serta emosi.
  4. Dan tentu saja anak-anak adalah makhluk yang lemah secara fisik maupun psikis sehingga kasih sayang itu juga berarti perlindungan dari segala sesuatu di luar diri anak tersebut yang belum mereka pahami karena mereka masih kecil.

Semua hal diatas adalah beberapa alasan yang bisa saya kemukakan untuk kita bisa memahami betapa pentingnya kasih sayang kita pada anak-anak kita sehingga Alloh SWT memberikan pertanda yang tegas dalam do’a tersebut bahwa kasih sayang itulah yang jadi ukuran dalam do’a anak-anak kita untuk kita untuk kasih sayang Alloh SWT pada kita.. Subhanalloh betapa indahnya cara Alloh mengingatkan serta menghargai kasih sayang kita pada anak-anak…

Saat anak kita mendoakan kita tidakkah ada yang merasa terancam bahwa kita masih kurang baik dalam cara kita menyayangi anak-anak kita…? Ingatlah Alloh akan menyayangi kita sebagaimana atau sederajat dengan cara kita menyayangi anak-anak kita….

bagaimana dengan orang tua yang dzalim pada anaknya sendiri?

baiklah…

Banyak kasus orang tua menelantarkan anaknya. Banyak kasus karena bercerai salah seorang dari orang tua anak (dan entahlah kenapa kebanyakan ini dilakukan seorang ayah…) kemudian mengabaikan kewajiban terhadap anak-anak bahkan ada pula yang menggelapkan harta bersama maupun harta yang merupakan hak anaknya…

Mari kita kaji sejenak do’a: “Ya tuhan ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku serta sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka menyayangiku di masa kecilku…”

Dalam ilmu mantiq atau ilmu logika di kenal mafhum muwafaqoh dan mafhum mukholafah yang ini juga menjadi salah satu metode memahami hukum dalam usul fiqh maupun fiqh praktisnya. Secara praktisnya mafhum muwafaqoh yakni kesesuaian makna dari suatu lafadz. Artinya dalam do’a tersebut secara sesuai anak-anak kita memohonkan ampun untuk kita serta memohon agar Alloh menyayangi kita sebagaimana kita menyayangi mereka saat mereka kecil. Ini sederhana sekali yakni tentang sesuai lafadz. Lalu mafhum muwafaqoh berarti kita bisa berfikir bagaimana jika orang tua tidak menyayangi anaknya? Bagaimana jika orang tua tidak memenuhi hak anak-anaknya? Bagaimana jika justru ada orang tua yang dzalim terhadap hak anak-anaknya bahkan menggelapkan hak anak-anaknya…? Cobalah berfikir secara mukholafah dari kalimat dalam doa tersebut berikut ini:”..sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecilku…”. Dan syarat sayang yang sepadan sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecilku itu bukanlah ide anak kita, Itu adalah arahan langsung dari Alloh SWT melalui Al-qur’an dimana do’a tersebut abadi dalam alqur’an. Lihatlah surat Al-Isro’ ayat 24 yang menjadi sumber do’a tersebut…

Jadi….  Kita para orang tua janganlah menuntut anak kita berbakti pada kita sebelum kita telah yakin menunaikan kewajiban kita serta menunaikan dengan baik hak-hak mereka.  Semoga kita menjadi orang tua yang baik dan sangat baiiiiik kasih sayang kita pada anak-anak kita sehingga Allohpun menyayangi kita sepadan dengan kasih sayang kita pada mereka. Wallahu a’lam bisshawaab.

Semoga bermanfaat….

foto 2(1).JPGfoto 1(1).JPG

 

 

 

 

 

Berikut saya copy pendapat serupa pendapat saya ini dalam perspektif berbeda dari situs  http://umymijerf.blogspot.co.id/2012/08/hubungan-pengalaman-masa-kecil-dengan.html

ScienceDaily (2 Agustus 2012).
Hubungan sosial yang baik ternyata lebih berperan dalam menentukan kesuksesan seseorang ketika dewasa dari pada kemampuan akademik.

Menurut Professor Craig Olsson dari Deakin University dan Murdoch Children Research Institute di Australia, dan rekan-rekannya, hubungan sosial yang positif di masa kecil dan remaja merupakan kunci kesuksesan kelak ketika dewasa. Sebaliknya, prestasi akademik tampaknya memiliki pengaruh yang kecil terhadap kesuksesan seseorang kelak ketika dewasa.

Kita sudah mengetahui tentang bagaimana aspek masa kanak-kanak dan perkembangan remaja, seperti nilai akademik dan sosial- emosional. Disini ada keterkaitan antara didikan yang positif, keterlibatan sosial terhadap tingkat kepercayaan diri.

Sebuah studi di Selandia baru yang dilakukan oleh Olsson dan tim-nya menganalisis data  804 orang selama 32 tahun, yang berpartisipasi dalam Studi Dunedin Multidisiplin dan Pengembangan Kesehatan (DMHDS). Mereka meneliti prestasi akademik dan sosial masa kecil terhadap perkembangan ketika dewasa.

Secara khusus, mereka mengukur hubungan antara keadaan keluarga di masa kecil, hubungan sosial di masa kecil, perkembangan bahasa di masa kecil, hubungan sosial di masa remaja, prestasi akademik di masa remaja, dan kesuksesan di masa dewasa. Hubungan sosial di masa kanak-kanak diperoleh dari hubungan dengan orang tua dan guru, pergaulan, dan tingkat kepercayaan diri pada anak. Keterikatan sosial pada masa remaja ditunjukkan dari orang tua, teman sebaya, sekolah, orang-orang terdekat, serta partisipasi dalam kelompok pemuda dan olah raga.

Para peneliti menemukan hubungan erat dari masa kanak-kanak, hubungan sosial saat remaja dengan kesuksesan ketika dewasa. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan sosial yang positif dari kecil sampai dewasa. Disisi lain, dari segi perkembangan bahasa dengan prestasi akademik menunjukkan kurang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan dan kebahagiaan seseorang ketika dewasa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s