Mbak Ninid jadi imam..

Standar

*Cerita Di Hari Sambangan

“Umi, sekarang aku Sdh tidak pernah lagi sholat Dhuhur sambil ketiduran..”. Begitu ia mengawali ceritanya hari ini. Hari ini hari sambangan yakni hari ia boleh dijenguk keluarga sampai jam 5 sore. Jadi ia kubawa pulang dan kukembalikan petang hari ke pondoknya. “Wah hebat sekali akhirnya mbak Ninid berhasil mengerti sholat itu harus serius menghayati bacaannya… Alhamdulillah”. “Bukan gitu Umi.. Masalahnya sekarang aku ditunjuk sebagai Imam untuk sholat Dhuhur biar gak tidur pas sholat….”. *Umi’e langsung ngakak… Memang kalau Dhuhur Ninid terbiasa tidur siang jadi ngantuk nya justru pas Dhuhur itu. Dan kebetulan untuk Dhuhur sholatnya jamaah di kamar karena pulang sekolah. Nggak apa apa nak Umi tetap bangga pada ngantu’anmu itu… Semoga ngantu’anmu itu selalu memberkahi hidupmu juga… Tak henti2 aku ketawa hingga malam ini tiap ingat percakapan itu.

Foto Maratul Makhmudah.
Masalah dan solusi
Saya sungguh tak membayangkan bahwa ia dijadikan pemimpin sholat jamaan (imam) oleh teman2nya itu bukan karena prestasi namun supaya tidak jadi masalah. Sebagai ibu tentu saya paham masalah tersebut. Mbak Ninid kecil ini memang sering tertidur ditengah sholat juga tertidur di tengah membaca maupun tertidur di tengah ngaji. Bahkan sampai hari ini kalau dia pulang dan sulit disuruh tidur makan akan saya ajak ngaji ayat-ayat panjang dari surat panjang dimana saya tau dia akan tertidur di tengah-tengahnya.
Terbayang dalam pikiranku bagaimana ia berjuang menahan kantuknya yang hebat dan terus berusaha bertahan untuk fokus menyelesaikan sholatnya dengan baik tanpa tertidur. Sungguh itu solusi kanak-kanak yang didasari pikiran sederhana sebagai teman. hehehehe….
Hari itu juga bercerita tentang evaluasi mengaji al-qur’annya yang dipandang kurang memuaskan untuk tajwidnya. Ya wajarlah memang membaca sesuai tajwid itu bukan perkara mudah untuk usianya. Sebagai Ibu saya hanya mampu bilang “Tetap semangat ya sayang….”.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s