Sahabatku, barangkali hidup ini seperti mengeja surat alfatihah…

Standar

Profil 2Setiap muslim pasti bisa merapal surat al fatihah ini. Bukan hanya karena ia surat pembukaan dalam alqur’an melainkan juga dalam shalat kita surat ini kita baca tiap rakaatnya.

Dalam banyak kesempatan surat ini juga menjadi pamungkas doa untuk hasilnya maksud-maksud tertentu. Di masa lalu bahkan surat ini dibaca dengan penuh keyakinan oleh “wong tuwo” dan menjadi sugesti ketika ditiupkan di air minum hingga menyembuhkan si sakit.

Bismillah dan kaki kita melangkah

Sahabatku, ingatkah engkau pernah kau alami suatu masa dimana kau ambil keputusan besar yang menurut banyak orang sungguh sangat beresiko namun tetap kau lakukan dengan berbagai alasan dan argumentasimu. Lalu ketika kau mulai lakoni malah engkau lupa dengan berbagai alasan dan argumentasimu itu. Bagimu alasan apapun tak lagi penting selain ayo jalani aja. Beginilah hidup. Pilihan kita adalah terus berjalan dimana kita telah mulai dengan keyakinan. Begitulah kita tandai keyakinan itu dengan bismillah…

Sahabatku, waktu itu aku tanyakan tahukah engkau perbedaan orang berani dan orang nekat? orang berani berhitung sebelum melangkan dan orang nekat hanya berbekal yakin meski tau kemungkinannya kecil…  Kamu menjawab bahwa aku perlu belajar tentang iman dan tasawwuf. Bagaimana iman yang berarti percaya itu jauh lebih kuat dari akal pikiran kita. Bagaimana mungkin kau hendak mengadu antara akal yang terbatas dari si pemberani dengan keimanan yang adalah kekuatan tanpa batas dari orang yang kamu sebut nekat? Sungguh aku berberat hati menerima penjelasanmu dengan berkata baiklah… Jika kau butuh pundakku maka aku selalu menjadi sahabatmu.

Ternyata hari ini kita saling membutuhkan pundakmu-pundakku tanpa harus menjelaskan apa masalahmu… kita bisa tertawa dan menangis bersama untuk kemudian kembali bahagia tanpa harus tau mengapa. Sepertinya itu adalah bagian dari bismillah….

Segala Puji Bagi Alloh..

Sahabatku, begitu banyak yang telah terjadi dalam dekade terlewati persabatan kita. Bersyukur bagi kita bukan hanya tentang kesenangan dan kenikmatan. Begitu kesengsaraan dan kesedihan yang pernah menimpa kita ternanyata adalah sebuah pintu yang memaksa kita masuk dalam suatu sudut pandang baru. Betapa itu juga adalah tempaan yang menguatkan kita dan menjadikan kita berdiri demikian kokoh dimana orang berfikir seharusnya kita roboh. Bahkan dalam situasi penuh fitnah kita pernah  saling mengingatkan bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan adalah dosa bagi pelakunya lebih kejam dari dosanya pembunuhan sebab fitnah membunuh berkali-kali. sedangkan pembunuhan membunuh hanya sekali. Namun percayalah bahwa kita yang tertimpa fitnah bukannya mati namun makin hidup dan semakin bersinar… Fitnah tak akan pernah benar-benar membunuh kita… Maka bukankah kita layak berkata alhamdulillah? Sebagaimana setelah bismillah lalu melangkah maka katakanlah alhamdulillah untuk segala onak dan duri yang harus kita lewati..

Alloh Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..

Sahabatku ternayata kemudian kita mengerti makna kebersamaan… Yakni tak harus tubuhku dan tubuhmu saling bertemu. Bahkan cukuplah saat aku sedih tetiba datang SMS mu menyatakan rindu dan doa.. Atau saat kau ingat aku tetiba aku menelfonmu dan sekedar bertanya makan apa hari ini? Demikianlah kita mengerti kebersamaan… Maka bagaimana kita mengingkari kebersamaan ini bukan hanya kita namun kehadiranNya… Kita merenung dan tercenung saat menyadari bahwa saat kita diberi masalah sebenarnya kita juga Ia beri solusi. Kita hanya perlu lebih mendengarNya yang ada di hati.. Kita hanya perlu lebih bersabar mengikuti petunjukNya… Sungguh kasih dan sayang mencipatakan kebersamaan maka bagaiaman mungkin kita mengingkari yang maha pengasih lagi maha penyayang berarti maha kebersamaan bukan…

Pemilik Hari Akhir..

Kita pada saatnya akan membuktikan ini… Bahwa Ia benar-benar ada dan adalah pemilik di hari ini… Hari akhir….

Beribadah dan Memohon Pertolongan…

Sahabatku, hidup kamu bilang adalah ibadah. 100% hanya untuk beribadah. Aku bilang memangnya kamu gak bekerja gak makan? kau bilang bekerja dan makan juga ibadah. Aku ingat suatu hari kukatakan sesuatu yang tidak baik saat aku dalam situasi terdzalimi lalu kau tampar pipiku dan kau bilang hati hati ucapanmu dikabulkan karena kamu terdzalimi. Berkatalah yang bagus dan memohonlah yang bagus… Doa yang jelek itu jika terkabulpun kamu tak akan bahagia. Buat apa…?

Sahabatku maka kita mulai berdebat tentang memohon pertolongan dan beribadah. Apa salahnya minta kaya agar dermawan, minta jabatan agar banyak membantu, minta cerdas cendekia agar banyak meluruskan orang tersesat dst.. Pada suatu titik kita ketemu bahwa seharusnya kita berdoa untuk memohon pertolongan Alloh agar senantiasa maksimal beribadah pada posisi terbaik yang Alloh pilihkan untuk kita; entah kaya atau miskin pangkat atau melarat dan seterusnya. Kita tak tau mana yang terbaik untuk kita… Hari itu kita menemukan bijaksananya berdoa.

Sahabatku ternayata hingga hari ini kita sering mengevaluasi betapa “kedonyan-nya” isi pikiran kita, hati kita bahkan ibadah kita. Sulit ternayata… Dan kita jadi punya celetukan yang sumbernya dari “ocehan”mu: “Yo ngunu kui urip kakaean fiqh kurang tasawuf….”. Lalu kita tertawa… Mentertawakan kenaifan kita sendiri…

Maka Tunjukkanlah kami jalan yang lurus…

Naif ya naif.. Orang naif ya harus memohon pada yang maha kuasa atas jalan yang lurus..

Bagaiamana Jalan Yang Lurus Itu..?

Yang Alloh ridlo… jalan orang yang engkau (Alloh) beri nikmat bukan jalan yang dimurkai dan bukan pula jalan manusia yang sesat. Begitulah kita tak lagi ribut hendak jadi apa dan bagaimana melakoni hidup. Dan argumentasi maupun alasan telah hilang itu mungkin semoga karena ini.. yakni pasrah pada jalan kenikamatan versi Dia..

Sahabatku kita pernah punya impian sederhana saat remaja dan menjadi tak sederhana saat menjelang dewasa dengan bernagai ambisi kita.. Dan sekarang kita telah merasa demikian tua dan letih dalam ketidaksederhanaan… Dan kita mulai Menyederhanakan jalan hidup kita dengan satu kalimat “terserah yang Maha Kuasa”…

Iya sahabatku… Aku setuju. Dan aku bahagia lupa pada alasan-alasan itu. Aku setuju kita sederhanakan dalam kalimat itu:” Terserah Alloh Yang Maha Kuasa…”

Alfatihah.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s