Mengapa orang berkata padamu: Sudah sukses ya sekarang….

Standar

Profil 2

Kemarin via inbox seorang kawan lama dari masa remaja yang dulu sering mem-bully saya baik secara serius maupun secara guyon menyapa dengan ucapan selamat atas kesuksesan hidup. Entahlah mengapa dimatanya saya ini “enak buat dikerjain”. Tiga tahun kami tetap berteman meskipun menjengkelkan banget. Hehehehe..

Dalam banyak kesempatan saya juga bertemu kawan lama dan mereka berkomentar:”wah sudah sukses ya kamu sekarang… “. Atau:”Saya dengar dirimu sudah sukses …”. Terkadang juga:”beruntung sekali kamu sukses…”. Benarkah saya sukses..??  Saya justru tidak merasa demikian. Atau minimal jika pembicaraan itu lebih detil maka seringkali saya tidak sepakat dengan apa yang dia maksud dengan sukses.

MENGAPA INDIKATOR SUKSES BERKUTAT PADA CAPAIAN HARTA, PANGKAT, JABATAN, PEKERJAAN, DAN STATUS SOSIAL…?

Faktanya demikian. Saat orang berkata padamu “wah sudah sukses ya sekarang…” maka yang mereka sedang maksud dan sedang lihat adalah capaian hal hal diatas.  Mungkin karena hal itu yang paling mudah dilihat orang lain.  Mungkin juga karena umumnya itu adalah yang diinginkan banyak orang namun akan sangat menyedihkan jika itu adalah tujuan hidup dari seseorang.

Saya sendiri merasa bahwa banyak sekali episode kegagalan dalam hidup saya. Jika diurai dalam satu tulisan perbandingan maka bukan mustahil gagal itu tak lebih banyak dari berhasil pada apa yang saya tuju.  Episode kegagalan tersebut mungkin tak terdengar atau juga mungkin tak terlihat di mata mereka.  Atau juga mungkin sebenarnya tahu dan diam2 mereka mendoakan kebaikan bagi kita,hehehe…

Capaian atas harta,  pangkat, jabatan maupun status sosial bukanlah sesuatu yang tiba tiba didapat seseorang kecuali jika itu terkait warisan leluhurnya.  Disamping itu menurut saya capaian tersebut bukanlah indikasi mutlak dari suksesnya seseorang. Banyak orang yang terlihat sukses dengan indikator diatas namun sebenarnya menuai banyak kegagalan yang bukan kegagalan biasa melainkan kegagalan besar. Artinya banyak sisi yang kita mesti melihat dengan bijaksana.

MELIHAT DENGAN BIJAKSANA TENTANG SUKSES

Tidak ada orang yang mutlak sukses sebagaimana tidak ada orang yang mutlak gagal dalam hidupnya. Kita hanya perlu bijaksana untuk melihat bahwa setiap orang memiliki kegagalan dan juga memiliki kesuksesan. Bijaksana ini membuat hati kita damai baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Kita perlu menempatkan diri dalam posisi melihat orang lain secara baik.  Mata yang baik adalah mata yang memandang dengan keluhuran budi.

Sukses ini mari kita lihat di “medan perang”nya masing-masing. Seorang ibu tumah tangga tak akan tampak sukses jika kita bandingkan haryanya dengan seorang direktris kaya raya bergaji puluhan juta.  Namun coba juga dibalik bahwa seorang direktris ini tak lebih sukses mendedikasikan penuh waktunya untuk keluarganya dimana yang paling terbatas di dunia ini adalah waktu. Semua orang memiliki sumberdaya waktu yang sama dalam satu hari yakni 24 jam. Seorang guru ngaji mungkin tampak tak sukses jika kita bandingkan hartanya sebagai guru ngaji dengan hartanya seorang profesor. Jika jika dilihat lebih adil bagaimana murid-murid mereka masing masin on progress sebagai manusia yang berguna bagi sesama maka apakah si guru ngaji adalah orang yang gagal…?

Indikator yang baik disusun dari kategori yang relevan. Demikianlah secara ilmiah juga para peneliti membuat indikator secara relevan untuk menjadi ilmiah.  Jika indikator tidak relevan maka itu mirip dengan kita percaya pada “survey pesanan” untuk memblow up seorang calon atau kontestan pilkada dimana indikator tidak relevan itu sebenarnya menghasilkan hasil survey yang cacat metodologi dan otomatis cacat hasil.

Kalau secara ilmiah saja pemyusunan indikator harus relevan mengapa kita harus membebani kesuksesan orang selalu dengan indikator harta pangkat jabatan status…?  Kata pramudya ananta beraikaplah adil sejak dalam pikiran.

Mungkin demikianlah sebaiknya kita melihat terhadap orang lain.  Yakni bahwa tak ada orang mutlak sukses pun tak ada orang mutlak gagal.  Di medan juangnya masing masing merrka menoreh sukses.

ORANG SUKSES ADALAH ORANG YANG MENGELOLA KEGAGALAN

Sekarang melihat kedalam atau bahasa kerennya introspeksi. Karena tak ada yg mutlak sukses maka tiap orang menoreh episode kegagalan.  Bahkan banyak kegagalan.

Banyak kisah sorang pengusaha sukses seperti om bob sadino mendahului kegagalan menerpanya namun ia tetap bangkit berusaha.  Banyak kisah seorang penemu harus ratusan kali gagal hingga menemukan formula terbaik yang dimanfaatkan secara luas.  Thomas alfa edison ratusan kali gagal sebelum akhirnya lampu pijar menerangi malam kita hingga hari ini.

Maka apalah orang biasa seperti diri kita ini…  Kegagalan adalah hal biasa.  Namun orang sukses adalah orang yang mengelola kegagalan. Alhamdulillah bahwa kegagalan pada hakekatnya menguatkan jiwa kita dan rasa tawakkal kita pada Alloh.  Dan kesuksesan pada hakekatnya untuk memperbesar rasa syukur kita pada Alloh SWT.

Tulungagung, 13 oktober 2016.

Hormat saya,

Maratul Makhmudah

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s