Author Archives: maratul makhmudah

About maratul makhmudah

Hidup adalah pengabdian, nasehat kebaikan, kebenaran dan kesabaran bagi orang yang beriman.

Cobaan terberat bagi ibu yang anaknya mondok adalah: Keteguhan Hati

Standar

Profil 2

Tulisan saya ini sebenarnya semi curhat. Tapi mengingat curhat sejenis ini terdahulu yakni saat harus melepas anak saya, mbak ninid kecil, diusia 7 tahun mondok ternyata memberi banyak pengertian dan juga saling menguatkan sesama ibu yang memilih pendidikan pesantren untuk anaknya maka saya posting.

Hanya satu harapan saya dalam menulis soal “memondokkan” anak yakni bermanfaat untuk sesama ibu. Amiin.

ANAKKU SAKIT

Saat hari sambangan minggu lalu kutemukan mbak ninid kecil dalam keadaan demam, matanya merah, ¬†gusinya juga sangat merah dan batuk. Dihidungnya ada sedikit darah kering yg saya perkirakan ia mimisan. Tapi dia sangat ceria. Waktu kupeluk dengan sangat haru seraya bertanya:”mbak ninid sakit ya… Kita pulang ya sayang.. Izin dulu istirahat di rumah…” dia malah menjawab:”enggak umi aku nggak sakit… Kalau pulang nanti ngajinya ketinggalan….” ūüėĘūüėĘūüėĘūüėĘ

Padahal pikiran emaknya ini sudah “horor banget”. Jangan2 demam berdarah atau tipes… Ya Alloh… Hati dan pikiran sudah ketakutan ndak karuan. Kok sampai begini dia gak sambat sakit.

Akhirnya kami izin pulang beberapa hari agar  mendapat perawatan medis secukupnya. Saya baga ke UGD hari itu mengingat harinya adalah minggu dimana dokter praktik tutup. Ternyata dari hasil lab alhamdulillah negatif DB maupun types. Hanya saja leukositnya tergolong rendah sehingga harus total istirahat, minum obat dan makan yg cukup. Dokter juga mengizinkan pulang tidak harus opname tapi dalam pengawasan jika terjadi mimisan yang lebih intens atau panasnya tak terkendali maka harus kembali ke rumah sakit.

Alhamdulillah di rumah si kecil sholihahku ini bisa makan dengan baik meski tidak banyak (memang dasarnya tidak suka makan) dan juga tidur nyenyak tiap habis minum obat. Hari ke tiga sudah tidak demam, matanya sudah jernih, tidak mimisan dan gusinya tidak  merah meradang lagi namun batuk belum sembuh tapi sudah berkurang jauh. Kulitnya juga tampak segar kembali.

REMUK REDAMNYA DUNIA BATINKU

Tiap malam selama empat hari sejak itu saya tak bisa tidur. Rebah disisinya dengan waspada penuh. Padahal tiap bangun tidur mbak ninid kecilku ini ceria bertanya ummi kok tidur disini..? Kadang dia bangun untuk minum air yg kusediakan dalam botol disebelah bantalnya. Atau karena ingin pipis sebab sangat banyak minum.

Memandang wajahnya hatiku rasa remuk redam. Perasaan bersalah sebagai seorang ibu kok tidak di rumah saja dia sehingga bisa kuawasi langsung tiap hari. Kenapa tidak saya boyongkan saja nggak usah mondok lagi. Sekolah dan ngaji di rumah saja toh juga bisa. Saya mengajar banyak anak orang lain mengaji kenapa tidak saya ajari sendiri anak saya…? Apakah saya ini ibuk yang baik… Dst. Berbagai pertanyaan tanpa jawaban berkecamuk di pikiranku.

Sesekali saya pindah ke kamar menemui suami dan berurai air mata saya curhat ingin mboyongkan saja anakku ini. Suamiku menasehati tentang sabar dan sebuah pertanyaan:”apakah hanya ummi yang anaknya mondok? Apakah ibunya teman2 ninid juga memboyong anaknya kalau sakit? Kalau orang lain (ibu2) bisa mengendalikan hati dan pikirannya apakah itu begitu sulit buat ummi….? Dulu kan ummi sudah mikir dan memutuskan soal mondok ini apakah hendak putus asa oleh hal ini…”.

Apakah itu bisa saya terima begitu saja? Tidak. Hatiku masih remuk redam… Melihat anak sakit ternyata lebih berat daripada menanggung rasa sakit itu sendiri. Saya percaya bahwa tiap ibu merasakan hal yang saya rasakan. Bahwa melihat anak sakit itu lebih sakit daripada saat diri kita sakit…. ūüėį

MENJERNIHKAN PIKIRAN DAN HATI

Sambil memandangi tubuh kecil anakku ini saya berusaha berfikir dengan jernih. Menjernihkan hati tentang tujuan awal kenapa dulu saya putuskan ia mondok, mengingat-ingat dengan baik bagaimana nasehat2 terbaik yang bisa saya jadikan pegangan. Selain mengenang sejarah ia mondok di usia sedini ini (ada di tulisan terdahulu dalam web ini) saya ingat kitab taklim , yang merupakan kitab pegangan umumnya santri, bahwa kesuksesan seorang pelajar berasal dari tiga pihak: kesungguhan santri itu sendiri, kesungguhan gurunya, dan kesungguhan orang tuanya. Anakku ini kesungguhan batinnya soal mondok tidak bisa saya ragukan, para pengasuhnya di pondok juga begitu sungguh2 terbukti ia ngajinya sudah sangat lancar meski belum sempurna, jadi pertanyaan berikutnya adalah apakah saya orang tuanya bersungguh-sungguh….?

Ini membuat saya makin trenyuh makin remuk redam. ¬†Jadi yang layak dipertanyakan hanyalah saya…? Iya hanya saya… Tentang kesungguhan saya…

Tidak mudah mengendalikan air mata saat mengalami hal ini. Tidak mudah mengendalikan perasaan saat mengalami hal ini. Namun dalam menuju suatu tujuan apapun memang tak mungkin tanpa aral melintang. Untuk lulus menjadi pribadi yang teguh pada tujuan, tidak mudah patah arang, tidak mudah berbelok atau berhenti di jalan terjal pastilah tidak mudah.

Menjadi seorang ibu berarti memberinya yang terbaik. Dan memberi yang terbaik tidak selalu indah dan menyenangkan… ¬†Bismillah semoga saya selalu menjadi seorang ibu yang tegar dalam menyayangi anak-anak saya dengan kebaikan sejati dan diridloi Alloh SWT. Amiin….

 

 

 

 

Tips bepergian ke luar negeri dalam keadaan hamil

Standar

IMG20170404173126

Pengalaman ini saya tulis buat menjadi gambaran bagi bumil yang terpaksa (maupun tidak terpaksa ūüėú) bepergian ke luar negeri ataupun bepergian naik pesawat. Tentu banyak hal yang jadi pertanyaan dan kekhawatiran. Bagaimanapun kehamilan adalah masa-masa istimewa yang harus dijaga dengan baik.

Rencana umroh, rihlah ke mesir dan kehamilan.

Kehamilan saya ini bagi saya adalah berkah. Usia saya sudah 35 dan saya kira  sudah  tidak akan punya anak lagi. Alhamdulillah Alloh masih memberi kepercayaan memiliki anak lagi. Tentu kami sangat bahagia dan berupaya menjaga dengan baik.

Sementara itu kami merencakan umroh sangat jauh hari dan mestinya kami berangkat di bulan desember tahun lalu. Namun karena suatu hal kami terpaksa memundurkan rencana tersebut hingga akhir maret-awal april tahun ini. Tidak kami sangka ternyata saya sedang hamil dengan usia kehamilan 4,5 bulan saat berangkat umroh dan rihlah ini. Mulailah saya browsing2 dan konsultasi2 baik dengan dokter, agen perjalanan, teman2 yg biasa jadi pendamping jamaah umroh dsb. Prinsipnya mengumpulkan informasi sebanyaknya.

Beberapa hal spesifik yg saya siapkan dalam rangka perjalanan dalam keadaan hamil ini antara lain

1. Dokumen.

Persiapkan surat keterangan sehat dari dokter. Jika merasa perlu bawalah surat tersebut ke biro penterjemah bahasa asing resmi untuk mendapat salinanya dalam bahasa negara tujuan kita. Buat apa? Surat ini akan ditanyakan oleh maskapai penerbangan yg kita pakai baik penerbangan domestik maupun penerbangan antar negara dan juga loket imigrasi kadang menanyakan saat kita terlihat sedang hamil oleh petugas.

Secara umum mereka ini tidak mempermasalahkan kok. Apalagi pihak maskapai mereka butuh tau ini karena mereka mempersiapkan segala resiko penerbangan yang membawa penumpang hamil. Jadi bukan untuk mempersulit justru sedang memfasilitasi dengan baik. Karena itu saat check in jangan lupa laporkan kehamilan sehat ini ke petugas maskapai. Mungkin mereka akan meminta kita menandatangani dokumen2 keadaan kesehatan kita juga.

2. Persiapan fisik.

Pastikan diri kita dan janin kita sehat. Tanyakan pada dokter spesialis kandungan kepercayaan kita tentang apakah memungkinkan buat kita melakukan perjalanan ini. Dokter akan menganalisis dan memberi nasehat medis serta mungkin juga bekal obat2an penting.  Namun selain obat dokter pwesiapkan juga obat2an umum ya kayak minyak angin, kayu putih, vick vaporub atau sejenisnya, in haler, obat batuk dst. Saya mengalami alergi kulit gara2 makan ayam goreng(yg biasanya baik2 saja) sewaktu di madinah. Untunglah ada bedak cair caladin di bekal obat suami.

Disamping itu saya juga mempersiapkan beberap hal lainnya yakni korset hamil buat mengantisipasi dipakai pada perjalanan di darat pada wilayah bergelombang. Banyak kok tersedia di toko2 perlengkapan wanita. Saya beli kebetulan di gerai sorex MOG Malang.

Oiya untuk kenyamanan gantilah celana dalam yang khusus untuk hamil jadi ada wadah perut buncit kita agar tetap hangat dan nyaman.  Saya juga mempersiapkan BH yang satu ukuran lebih besar dari mengantisipasi usia kehamilan segini biasanya memang bertambah gemuk dan juga bertambah ukuran. Alhamdulillah sdh antisipasi ini dan terjadi. Maklum kalau jalan2 kan jadi doyan makan.

Ngomong2 soal doyan makan maka jika ada makanan khusus selama kehamilan termasuk susu khusus ibu hamil maka  bawalah yg agak banyak dengan packing se-ergonomis mungkin sebab di luar negeri mungkin tidak mudah mendapatnya.

3. Komunikasi pra perjalanan dengan kawan seperjalanan.

Saya bepergian dengan suami saja. Kami tidak menggunakan travel maupun jamaah ziarah umroh sebab saat merencanakan, membayar tiket dan juga booking hotel kami lakukan secara mandiri serta berniat jadi petualangan berdua saja. Semi-semi honeymoon lah ūüėú.. ¬†Gak taunya ternyata sudah keadaan hamil… ūüėāūüėā

Karenanya kami mendiskusikan segala kemungkinan termasuk kemungkinan jika salah satu dari kita capek trus pake bad mood alias uring2an, hahaha… ¬† ¬†Jadi kami membuat kesepakatan apa dan bagaimananya. Pokoknya dijaga juga secara psikologis agar tetap senantiasa menyenangkan.

4. Jika situasi darurat.

Pastikan tau lokasi RS terdekat di tiap tujuan kita beserta nomor kontak gawat daruratnya. Lebih afdhol kita hubungi sahabat terdekat dg lokasi2 tujuan kita agar jika sewaktu waktu butuh tanya ini itu mereka juga akan membantu sebab tahu keberadaan kita di lokasi tujuan kita beserta keadaan kita yg sedang hamil.

Alhamdulillah perjalanan kami aman, nyaman, damai, menyenangkan dan bahagia.

Oke.. Semoga njenengan juga demikian. ūüėėūüėėūüėė…¬†IMG_20170325_094345

 

 

Memahami Kepemimpinan Kyai Bagi Warga NU: Kyai Makruf Amin, NU, MUI dan Pilkada DKI 2017

Standar

Profil 2

Ahok “kesleo lidah” lagi (?) setelah tafsir almaidah 51. Kali ini “kesleo lidah” memperkarakan serta kuasa hukumnya yang sangat tidak sopan terhadap Kyai Makruf Amin selaku ketua MUI yang berstatus saksi dalam persidangan kasus penistaan agama akibat “kesleo lidah” yang pertama. ¬†Begitu banyak warga Nahdliyin marah baik tokoh2nya dan warganya ¬†secara personal melalui akun medsos hingga release resmi organisasi dalam berbagai ¬†tingkatan hingga berbagai badan otonom di lingkungan PBNU. ¬†Ngeri kalau NU sudah marah. Pihak yang paling ngeri harusnya adalah tim Ahok. ¬†Mengapa? ¬†Ini ormas terbesar Bro… ¬†Posisinya jelas tidak merugikan Ahok selama ini. ¬†Pihak yang senang? ¬†Kita semua ¬†tahu siapa saja mereka dan seperti apa kelakuannya, ¬†hehehe…

Pilkada DKI effect

Banyak yang mengatakan pilkada DKI ini pilkada rasa pilpres.  Bukan semata karena  Agus Yudhoyono,  salah satu kontestan,  adalah putra Mantan Presiden SBY namun juga efek yang ditimbulkan serta keterlibatan masyarakat begitu luas melampaui batas wilayah administratif provinsi DKI itu sendiri.

Pro-kontra terhadap para kontestan, ¬†khususnya incumbent yakni Ahok, juga berlangsung dalam fluktuasi yang sulit diperkirakan dinamikanya. ¬†Misalnya hingga menimbulkan gerakan 212 yang begitu masif dengan dipromotori kalangan islam garis keras memanfaatkan momentum fatwa MUI yang merespon “kesleo lidah” Ahok menyoal tasir alquran surat ¬†Almaidah ayat 51. Bahkan buntut dari gerakan tersebut adalah saling intrik politik tiada habisnya khususnya ditujukan pada para pemimpin gerakannya yakni Habib Riziq Shihab di satu sisi dan Megawati Soekarno di sisi lainnya.

Namun bukan mereka yang hendak saya bahas disini melainkan Kyai Makruf Amin yang terseret pusaran arus dinamika ¬†konflik politik kontestasi pilkada rasa pilpres ini. ¬†Kyai Makruf adalah Ketua MUI yang sekaligus juga adalah Rois Aam PBNU yang dalam AD/ART berarti pimpinan tertinggi dari ormas terbesar di Indonesia ini. Kita semua mafhum bahwa fatwa MUI inilah yang dieksploitasi habis gerakan islam garis keras. Lhoh jadi yai makruf amin bagian dari gerakan tersebut dong? ¬†Lhoh tapi kok sikap PBNU malah ¬†tidak mempermasalahkan ¬†terhadap figur kepemimpinan ¬†non muslim Ahok? ¬†Jadi warga NU itu gimana sich…? ¬†Nah, ¬†jika berfikir tanpa memahami budaya NU ya gitu itu hasilnya : bingung!.

Kepemimpinan Kyai: Personal ataukah institusional?

Kyai Makruf boleh jadi saksi dalam kapasitas sebagai ketua MUI. ¬†Tapi jangan lupa beliau Rois Am PBNU yang artinya pemimpin tertinggi. ¬†Warga NU secara umum sudah sangat menghayati budaya tawadhu’ yakni penghormatan serta kepatuhan terhadap Kiai. ¬†Jangankan pada pimpinan tertinggi pada kiai kampung saja sikap tawadhu’ ini sungguh2 diterapkan.

Beberapa pihak  pendukung Ahok mencoba klarifikasi bahwa yang terjadi adalah dalam kapasitas kyai Makruf sebagai MUI bukan sebagai PBNU.  Nah,  penjelasan tersebut pastilah dari pihak yang tidak memahami budaya NU. Benar duduk si persidangan dalam kapasitas MUI namun kehormatan Kyai Amin dalam posisi apapun dan sedang duduk dimanapun adalah kehormatan pemimpin tertinggi NU sebagai organisasi. Begitu juga sebagai seorang Kyai beliau adalah panutan warga NU.  Termasuk jika kelak purna dari PBNU beliau juga tetap kehormatan bagi warga NU.  Lihatlah bagaimana warga NU mencintai Gus Dur selepas PBNU,  juga Kyai Hasyim Muzadi,  dan seterusnya.  Tidak ada pembedaan tegas posisi kepemimpinan institusiona maupun personal dalam tradisi NU.

Sikap tawadhu’ ini bukan hanya terjadi saat ini. ¬†Sikap ini adalah ajaran yang bersumber dari kitab2 yang diajarkan secara turun temurun dari generasi ke generasi NU. ¬†Bahkan dalam tradisi pesantren tradisional NU sikap iniadalah ¬†doktrin. ¬†Para santri rela mati untuk menjaga kehormatan Kyiainya.

Jika memahami ini maka pasti tidak heran dengan respon sikap yg muncul dari berbagai kalangan NU ini.  Juga pasti tidak akan klarifikasi soal posisi Kyai Makruf di MUI.

Pertanyaan berikutnya soal kok PBNU tidak ikut jadi pembela fatwa MUI dan tidak terlibat gerakan tersebut…? ¬†Ini juga bagian dari tradisi NU soal pengambil posisi tawassuth. ¬†Ada tradisi sikap tawassut yakni di tengah-tengah, ¬† tasamuh yaknk toleran dan ta’adul atau adil berimbang. ¬†Ada beragam suara dari kalangan kyai soal fatwa MUI tersebut bukan hanya tentang fatwanya melainkan juga tentang konteks masalahnya. ¬†Karena itulah PBNU tampak mengambil sikap demikian sesuai tradisi sikap organisasi. ¬†Dan kalangan ¬†kyai NU, baik di PBNU struktural maupun non struktural, ¬†sangat dewasa soal perbedaan pendapat. Jadi meskipun ada sementara kalangan Kyai yang berbeda dengan pendapat Kyai Makruf di MUI namun itu tidak mengurangi penghormatan dari kalangan Kyai tersebut terhadap Kyai Makruf selaku Rois Am PBNU. ¬†Bahkan saya lihat beberapa tokoh besar di NU yang selama ini pro Ahok pun memposting kemarahan mereka terhadap sikap Ahok yg tidak menghormati Kyai Amin di persidangan tersebut.

Akhirnya jika ada pertanyaan apakah Ahok tidak akan dimaafkan warga NU? Apakah tidak dimaafkan oleh Kyai yang bersangkutan? ¬† Itulah asyik dan hebatnya NU. ¬†Pasti dimaafkan… ¬†Berkaca kasus Gus Mus, Habib Quraisy Shihab, Kyai Said Aqil yang di hina netizen di medsos namun dengan begitu entengnya memaafkan, ¬†mendoakan bahkan memberikan hadiah…. ¬† Subhanalloh indahnya akhlaq para kyiai panutan kami warga NU…

Fitnah Yang Menghidupkan Dan Fitnah Yang membunuh

Standar

Profil 2

Video Viral ¬†chat yang ditudingkan bersumber dari seorang wanita cantik dan seorang pemimpin ormas islam membuat saya ingin menuliskan kembali renungan diri saya bertahun lalu saya merasa sangat terpuruk dalam situasi penuh fitnah. Tulisan ini tak hendak menghakimi siapapun sebab ini semacam bicara pada diri sendiri. ¬†Jadi ini renungan pribadi. ¬†Jika ada hal baiknya monggo diambil jika ada buruknya maafkan dan abaikan kelemahan serta kebodohan saya…

Apa itu fitnah?

Sebenarnya saya tidak ingin terjebak pada pembahasan definitif soal fitnah adalah bla bla bla… ¬†Namun bolehlah sedikit kita ta’rif secara umum. ¬†Kita mafhum secara awam bahwa fitnah adalah tuduhan tidak benar yang disangkakan atau ditudingkan pada seseorang yang mengakibatkan orang tersebut menyalami kerugian dalam berbagai jenis. ¬†Namun sebenarnya ¬†kalau kita menilik lebih jernih soal fitnah ini dalam pembahasan islam maka kita juga akan bertemu dengan petunjuk Alloh tentang fitnah yang perlu “mengernyitkan dahi” sejenak: innama amwalukum wa awladukum fitnah. ¬†Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu adalah fitnah. ¬†Nah loh.. ¬†Kalau harta okelah tapi kok anak-anak yg kita lahirkan juga fitnah…? ¬†Maka fitnah disini berarti juga cobaan bukan…? ¬†Bisa juga berarti amanah untuk bersikap benar sesuai tuntunan bukan…? ¬†Kanapa ini saya sampaikan. ¬†Agar bisa masuk ke alam logika berikutnya dari tulisan pendek ini.

Dua sisi fitnah: Korban Dan Pelaku

Sering kita mendengar bahwa fitnah itu lebih kejam dibanding pembunuhan. Mengapa demikian? ¬†Sebab fitnah itu membunuh berkali-kali. ¬†Sebaran fitnah itu bisa mengakibatkan beragam ekspresi dari banyak pihak / orang mulai dari level ringan seperti mencibir hingga level berat seperti beneran membunuh korban fitnah ini. ¬†Karena itulah fitnah bisa membuat orang terbunuh berkali-kali: terbunuh nama baiknya, ¬†terbunuh harga dirinya, ¬†terbunuh kehormatan keluarga atau keturunannya hingga membahayakan keselamatan jiwa pada level terbunuh nyawanya… Nah, ¬† Lebih kejam bukan? Sungguh lebih kejam dari sekedar terbunuh bagi seorang korban fitnah.

Namun tidak selalu korban fitnah terbunuh secara fisik kan? ¬†Mari kita lihat dengan jernih dari sudut pandang lain. ¬†Manakala seseorang tertimpa fitnah lalu kemudian ia menghadapi dengan tegar, ¬†menjernihkan dengan jelas dan membuktikan dengan sungguh-sungguh atas kebenaran maka sesungguhnya fitnah itu bukan membunuh melainkan membuat hidupnya semakin hidup. ¬†La yukallifullohu nafsan illa wus’aha, Alloh tidak membebani sesuatu melainkan sesuai kemampuan, ¬†bukankah demikian? Banyak kisah sepanjang perjalanan ¬†ummat dimana orang besar semakin besar saat terpapar fitnah namun juga ada orang besar dan “habis” karena fitnah. ¬†Saya ingin mengambil contoh besar bayangkan fitnah yg ditanggung bunda Maryam yg suci ¬†saat Hamil Isa Al Masih. ¬†Jelas Bunda Maryam tidak berzinah namun bagaimana menjelaskannya pada manusia biasa di kala itu…? Dan Bunda Maryam hanya diam saja serta menunjuka bayi tersebut. ¬†Lalu kita ke contoh yang agak kontekstual seorang pejabat yang tampak sangat religius secara fisik tertangkap tangan dalam OTT KPK RI berkata:”Saya tertimpa fitnah… ¬†Ini cobaan besar buat saya sekeluarga… ” Begitulah manusia tertimpa fitnah dan manusia yang merasa tertimpa fitnah. ¬†Fitnah tersebut harus dihadapi sesuai levelnya: fitnah isu/gosip ya tabayyun/klarifikasi, fitnah mengandung unsusr hukum ya harus pembuktian bersih dari sangkaan/tuduhan, fitnah beresiko pada keselamatan ya harus prioritas menghindari resiko tersebut, ¬†fitnah pada integritas ya harus dibuktikan pada kinerja serta seiring waktu dalam perilaku serta bagaimana dengan fitnah yang pada level ambang batas rasionalitas kemanusiaan…? ¬†Bergurulah pada Bunda Maryam: Diam dalam kesabaran serta tawakkal meminta Allohlah yang menjernihkan… ¬† ¬†Ini level paling “mengerikan”…. ¬†Dalam artian membutuhkan keimanan super kuat. Dan banyak orang besar kita kenal dalam sejarah adalah orang-orang yang lolos karena integritasnya saat menghadapi “pembunuhan” bersumber fitnah.

Sekarang lebih kejam dibanding pembunuhan pada sisi pelaku. ¬†Menurut saya disinilah konteks yang lebih penting. ¬†Yakni Dosa!. ¬†Maksudnya dosa yang harus ditanggung pelaku fitnah adalah dosa yang lebih kejam/lebih besar dari sekedar suatu pembunuhan. ¬†Sebab pelaku fitnah berarti pelaku pembunuhan berkali kali. ¬†Iya, ¬†berkali kali sebanyak efek dari fitnah itu “membunuh” korban mulai dari membunuh nama baik, ¬†harga diri, ¬†harkat martabat hingga keselamatan nyawa korban beserta keluarganya. ¬†Tuh, ¬†kejam dan berat kan dosa yang harus ditanggung…? ¬†Karena itu hati-hatilah jangan terlibat fitnah. ¬†Oiya, ¬†bagaimana yang terlibat…? ¬†Misalnya hanya terlibat kasak kusuk…? ¬†Sahabatku… ¬†Begitulah fitnah bekerja.. Kasak kusuk itulah yang memperbesar dan memperlebar efek fitnah… ¬†ūüėįūüėįūüėį¬†ini baru fitnah-fitnah sekitaran ¬†kita padahal Alloh SWT mengingatkan kelak ada fitnah besar yakni Fitnah Dajjal… ¬†Semoga kita semua sekeluarga diselamatkan Alloh dari segala fitnah khususnya finah yang membawa pada segala jenis kekufuran. ¬†Amiin…

Salam hangat penuh cinta

Mar’atul Makhmudah. ¬†Ibu Rumahtangga di Kabupaten Malang.

 

 

 

 

Patah Hati Itu Baik.. Jangan Terlarut Bersedih

Standar

Profil 2

Siapa tak pernah patah hati?

Hampir semua orang pernah patah hati. Tentu dalam kadarnya masing-masing.  Entah kenapa dalam minggu ini banyak teman saya yang mengalami patah hati hingga beberapa dari mereka memutuskan berjalan menuju perceraian.

Sebenarnya patah hati adalah masalah biasa.  Sebagaimana masalah-masalah yang lainnya dimana kita bisa menyelesaikan secara rasional dan terarah. Namun kecenderungan orang jika mengahadapi masalah  yang melibatkan urusan hati maka penyelesaian secara jalur rasional seakan sulit ditempuh. Pembenarannya adalah : urusan hati itu sulit! Atau ada juga yang mengatakan : Hati dan logika tidak bisa dipaksakan sama.

Hati untuk mengingat pikiran untuk melupakan.

Kita terlalu sering berada pada posisi yang salah soal melupakan. ¬†Hati sebenarnya untuk mengingat sedangkan pikiran untuk melupakan. ¬†Loh bukan kebalik? ¬†Bukan. ¬†Hati itu untuk mengingat sedangkan pikiran untuk melupakan. ¬†Mari sejenak kita renungkan saat orang mengatakan:”waduh saya lupa! ” kemana tangannya menunjuk? ¬†Ke kening/kepala tempat pikiran ataukah je dada tempat hati bersemayam? ¬†Sebaliknya kalau ada orang berkata:”Aku selalu mengingatmu…! ” ¬†Atau:”aku selalu mengenang saat-saat itu… ” kemana tangannya menunjuk? ¬†Ke dada ataukah kepala? ¬†Orang secara refleks mengatakan lupa di kepalanya namun mengatakan ingat di dadanya. ¬†Dan jangan lupa refleks itu adalah ekspresi jujur…

Sekarang mari kita mengenang sebuah ayat yang sangat terkenal:”alaa bidzikrillahi tatmainnul quluub.. ” yang artinya ketahauilah bahwa dengan mengingat Alloh hati menjadi tenang. Artinya hati itu untuk mengingat.. ¬†Dan yang menenangkan hati adalah mengisinya dengan Alloh.. ¬†Isi hati adalah ingatan atau bahasa lainnya: dzikr. ¬†Jadi kalau hati kita patah bagaimanakah…? ¬†Mungkin struktur atau konstruksi hati kita ada yang salah.. Harusnya hati tidak patah.. ¬†Mungkin ini saatnya introspeksi untuk membangun ingatan (dzikr) ¬†dalam hati kita dengan lebih banyak Alloh daripada makhluknya yang fana. ¬†Apalagi harta dan benda-benda duniawiyah.

Dengan kata lain kalau kita mengalami patah hati maka itu baik..  Alloh memberi kita kesempatan untuk sadar dan mengintrospeksi berapa besar kadar ingatan  (dzikr)  dalam hati kita padaNya?  Saya lebih percaya bahwa Watak dasar hati adalah tenang   bukannya watak dasar hati adalah membolak balik atau tidak tenang.  Ketidak tenangan atau bolak-balik itu berasal dari sesuatu yang seharusya tidak hadir atau kehadirannya tidak mengalahkan kehadiran Alloh.  Sebagaimana sesuatu yang seharusnya tidak ada maka timbul reaksi biologis alamiah untuk menolak dan itu menimbulkan anomali.  Seperti orang sakit yang kesakitan itu karena ada yg tidak seharusnya/tidak wajar yang mengganggu tubuhnya entah itu virus,  bakteri,  jamur maupun lainnya. Untuk sembuh dari sakit kita harus mengusir sesuatu yg tidak wajar ada dalam tubuh kita tersebut.  Bisa dengan minum obat,  terapi bahkan operasi.

Untuk sembuh dari patah hati..?  Mungkin dengan mulai menggunakan pikiran dan hati dengan benar.  Pikiran untuk melupakan sesuatu atau bisa juga seorang doski yg bikin sakit dan menggunakan hati untuk banyak mengingat Alloh agar tidak sakit akibat kepatahan tersebut. Berfikir tentang menerima kenyataan, apa yang sebenarnya terbaik dan bagaimana  doski itu sesuatu yang seharusnya tidak menjadi sumber kesakitan.

Mudah bicara coba ngerasain sendiri…? ¬†Emang enak…!?!

Ya memang berat. ¬†Memang sangat tidak enak. ¬†Memang benar mudah bicara susah saat beneran menghadapi. ¬†Apakah saya pernah patah hati..? ¬†Iya, ¬†sangat… Hal terberat yang pernah saya alami ketika patah hati adalah: menjaga akal sehat!!! ¬†Menjaga jiwa tetap jernih!!! ¬†Karena itu saya ¬†bisa bicara eh menulis ini. ¬†Dan saya rasakan bahwa peran sahabat-sahabat yang baik dan menjernihkan (bukannya makin memperkeruh) ¬†sangatlah penting. Jika sahabatmu patah hati maka ambillah peran terbaikmu untuk mendamaikan hatinya.. ¬† Semoga semua yang sedang patah hati segera pulih terekonstruksi menjadi hati yang tak mudah patah lagi.. ¬†Aamiin..

Love you all sahabat-sahabatku…¬†Profil 2

Mengapa Iwan Fals Membuatmu Bahagia? Catatan “generasi pernah remaja” nonton konser 55 tahun iwan fals dalam rangka hari pramuka ke 55 Provinsi Jawa Timur

Standar

Siapa yang tidak mengenal nama Iwan Fals di negeri ini?  Jika ada survey tokoh Indonesia yang paling berpengaruh maka hampir pasti nama Iwan Fals ini masuk dalam jajaran nama tersebut.  Terlebih jika diberi batasan periode di era kekuasaan orde baru.

Berikut beberapa catatan penting betapa Iwan Fals ini menorehkan denting denting kebahagiaan dalam memori kolektif lintas generasi.

1. Hanya Iwan Fals yang secara terpadu meramu kritik,  romantisme,  dan juga kenakalan umumnya remaja menjadi kenangan segala rasa.

Musik dengan lagu lagu sarat keprihatinan dan  kritik sosial politik dengan nada keras khas anak muda menjadi icon perlawanan generasi muda Indonesia pada penguasa tirani saat itu. Ingatkah sahabat pada si Bento? Juga ingatkah sahabat pada suatu siang di tugu pancoran? Juga Si Budi?  Atau pada Bapak kita Umar Bakri?

Selayaknya anak muda, ¬†pada periode penuh aksi heroik romantisme menjadi warna penting yang tak mungkin ditinggalkan. Lagu yang sungguh fenomena dan hampir tak ada generasi 80-90an yang tak bisa mendendangkan syair “suatu hari di kala kita duduk di tepi pantai dan memandang….. “. Namun tetap saja aksi romantisisme ala Iwan Fals masih juga sarat kritik. Misalnya ketika seorang pria menunggu kekasihnya datang di stasiun sebab naik kereta. Si pria ini sudah bergegas karena rindu namun harus pasrah pada kenyataan layanan kereta apa yang selalu hampir pasti terlambat.. “sampai stasiun kereta pukul setengah dua duduk aku menunggu tanya loket dan penjaga kereta tiba pukul berapa…? ¬†Biasanya kereta terlambat dua jam mungkin biasa… “.

Bahkan kenakalan ala-ala ¬†berperikemanusiaan juga akan kita temui pada karya Fals muda misalnya di lagu “Lonteku terimakasih ¬†atas pengertianmu…”. Juga nakalnya anak sekolah yang “mupeng” melihat guru muda cantik seksi di kelas sehingga ingin memacari gurunya dalam lagu bertajuk Guru Zirah. ¬†“Zirah namanya guru muda kelasku.. Betisnya aduhai bagai salak raksasa… “. Juga nakalnya anak sekolah yang memadu kasih dalam bait bait buku ini aku pinjam. ¬†Khas modus pedekate anak muda zaman tersebut: meminjam buku. ¬†Generasi sekarang apa masih modus pinjam buku? ¬†Sepertinya modus baru ala generasi masa kini bukan buku tapi follow akun medsos ūüėāūüėāūüėā

2. Iwan Fals mendidik generasi muda tidak cengeng.

Di era muda iwan fals,  lagu cengeng memiliki ruang luas di publik. Kegagalan cinta yang meratap ratap ala penyanyi penyanyi cantik yang minta dipulangkan ke rumah orang tuanya dan sebagainya.

Lagu Fals dengan sangat “fals” itu hakekatnya adalah fals atau sumbang (tak enak didengar) bagi kemapanan, ¬†ketidakadilan serta kelaliman penguasa. Tentu bukan fals dalam artian yang sesungguhnya sebab suara Iwan Fals yanh biasa disapa Bang Iwan ini sangat menghayutkan di lagu romantis dan sangat luar biasa di lagu lagu keras bersemangat.

Hingga Bang Iwan beranjak tua di usia 55 tahun ini kualitas “tidak cengeng” sungguh menginspirasi generasi muda. ¬†Tengoklah syair lagu relatif anyar berikut:”aku lelaki tak mungkin menerimamu bila ternyata kau mendua membuatku terluka, tinggalkan saja diriku yang tak mungkin menunggu, jangan pernah memilih aku bukan pilihan…. “.

3. Iwan fals menginspirasi pengikutnya tentang hidup yang baik.

Sudah rahasia umum artis artis terutama  bergenre musik keras di masa 90-an banyak terjebak narkoba, dunia gemerlap dan free sex.  Bang Iwan dalam pengembaraan masa remajanya dengan sangat apik pada akhirnya menunjukkan betapa kebahagiaan hakiki adalah menjadi kekasih yang baik,  menjadi bapak yang baik,  menjadi saudara yang baik dan menjadi musisi yang mencerahkan.

Tengoklah syair syair lagu lagunya yang ia dedikasikan pada putranya:”Galang Rambu Anarkhi anakku… ¬†”

4. Iwan fals menginspirasi untuk hidup tidak biasa biasa saja.

Hidupnya yang sederhana tanpa umumnya gemerlap dunia artis adalah nilai tersendiri disamping juga ia menunjukkan pentingnya mengaktifkan pikiran dan hati nurani. Statemen-statementnya adalah hasil renungan mendalam.  Ia menunjukkan pentingnya percaya pada diri sendiri dan kemanusiaan.

Apa yang kau rasakan saat nonton konser 55 tahun Iwan Fals?

Konser di lapangan kodam V brawijaya ini bersamaan 55 tahun Pramuka Provinsi Jawa Timur. Suatu kebetulan yang unik di usia yang sama yakni 55 tahun.

Pada mulanya agak takut juga melihat massa yang sangat padat berupa anak muda dengan dandanan rata-rata tampak urakan. ¬†Namun saya segera sadar bahwa sepertinya saya benar benar beranjak tua sebab dulu berbaur dengan mereka berarti bebas lepas bernyanyi berteriak bersama. Segeralah saya mengambil nafas panjang dan mulai melangkah dengan merasa kemudaan penuh semangat. Sungguh menjadi begitu ringan kaki ini melangkah. Sama seperti dulu saat remaja, ¬†bedanya hanya kali ini ada tangan suami yang menggandengku, ¬†hehehe…

Mulailah kami berjalan menembus kerumunan tersebut mencari jalan menuju tribun tamu undangan dan alhamdulillah ternyata lancar sekali. ¬†Mungkin juga karena kami berdua tampak “tidak segenerasi” (untuk tidak menyebut tampak tua ūüėāūüėāūüėā) sehingga anak anak muda ini memberi kami jalan begitu saja. ¬†Siapa menyangka anak anak muda yang secara umum tampak urakan ternyata bersikap demikian sopan pada muka beda generasi ini, ¬†hehehe.. ¬†Benarlah kata orang bijak bahwa don’t judge the book by it’s cover. ¬†Luar biasa OI (Orang Indonesia), ¬†sebutan nama organisasi ¬†untuk penggemar Iwan Fals, ¬†bersikap.

Sampai di lokasi sunggub surprise saya bertemu dg pak haryadi dosen semasa kuliah s1 di fisip unair bersama Arif Afandi mantan Wakil Walikota Surabaya yang juga ada Eep Saifullah Fatah sekalian diantara mereka.  Karena suara bising lagu-lagu pembuka kami tak bisa ngobrol hanya saling sapa ringan dan sejurus kemudian kami semua tenggelam menikmati aksi di penggung.

Cak lontong juga hadir menghibur dengan banyolan banyolan suroboyoan sebelum acara konser utama.  Juga sambutan dari Gus Ipul selaku Ketua Pelaksana dan dilanjutkan ada  sambutan lagi yakni dari Pakde Karwo selaku Gubernur Jawa Timur.

Tibalah yang dinanti yakni konser Iwan Fals. ¬†Lagu pembuka yang dibawakannya adalah buku ini aku pinjam. Segera saja lapangan bersorak sorai dalam teriakan semua penonton menyertai lagu tersebit dinyanyikan:”Biar tau.. Biar rasa… Cinta ini milik kita”.

Pilihan lagu pembuka ini sungguh luar biasa. ¬†Kami semua seperti tersedot mundur ke beberapa tahun kebelakang menjadi remaja yang sedang mengalami cinta monyet. Eh, ¬†kata cinta monyet sekarang “tidak usum” lagi ya.. ¬† ¬†ūüėāūüėāūüėāūüėā

Lagu demi lagu dibawakan oleh Bang Iwan dengan sangat prima dan diikuti pula dengan sangat bersemangat oleh OI.  Oiya,  selain OI ada juga panggung khusus undangan dari para anggota pramuka berprestasi se jawa timur.  Karena yang punya perhelatan adalah pramuka maka sesekali gemuruh suara tepuk pramuka membahana.  Sesekali juga Bang Iwan mengulas nilai nilai kepramukaan dalam dasa dharma maupun lainnya.  Sungguh malam itu adakah malam pertautan antar generasi. Yang setua Bang Iwan di kepala 5 usianya,  yang seusia suami saya di kepala 4, yang seusia saya di kepala 3, yang seusia para penonton di kepala 2 dan juga 1 semuanya dalam satu semangat bernyanyi.

Sungguh malam yang luar biasa. Sampai esoknya saya masih merasakan semangat muda yang tergelar terhampar di lapangan kodam V Brawijaya Surabaya itu. ¬†Oiya, ¬†kami juga bertemu EO acara ini dan menyempatkan wefie sebab ternyata ia adalah sahabat senior di pondok tambakberas. ¬†Loh, ¬†acara konser gini EO nya santri? ¬†Iyalah, ¬†santri sekarang ini banyak profesional di berbagai bidang. ¬†Jadi mengapa harus ragu memondokkan anak? ¬†Santri gak kalah diadu profesionalismenya, ¬† ¬†hehehe… ¬†Akhirukalam, ¬†Terimakasih suamiku yang telah mengajakku menghadiri konser malam itu…

Mereka menyebut kami “Mbak Muallimat”: Catatan kenangan untuk hari santri

Standar

photogrid_1477007464724 From Tambakberas With Love

Ini tulisan kenangan. Yang namanya kenangan ya romantislah, ¬†hehehe…

Madrasah Muallimat ini adalah tempat sekolah saya di lingkungan pondok pesantren tambakberas yang kondang karena banyak kehebatan pengasuhnya khususnya  mbah pengasuh kami yang adalah salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Madrasah ini bernama Muallimin Muallimat Atas (MMA)  dan Muallimin Muallimat Pertama (MMP).  Sebenarnya MMP dan MMA ini satu paket tak terpisah.  Karena itu sering juga ditulis madrasah muallimin muallimat 6 tahun. Begitulah nama  yang kami kenal dari sekolah kami.

Nama formal madrasah ini sebenarnya Madrasah Menengah Atas (MMA). ¬†Itu bentuk ikhtiar yg dilakukan sejalan dengan aturan pendidikan nasional agar bisa terdaftar dan kita punya ijazah. Sabab musabab lainnya adalah sekolah ini 6 (enam) tahun sehingga 3 (tiga) ¬†tahun awal secara formal disebut Madrasah Menengah Pertama ¬†(MMP) ¬†yang secara formal setara SMP. Kok secara formal lagi…? ¬†Iya, ¬†jangan dikira yang masuk MMP ini setara usia MMP.. ¬†Dibawah nanti dijelaskan ūüėĄūüėĄūüėĄ

Madrasah tempat kami sekolah ini memiliki banyak keunikan. ¬†Pertama, ¬†kurikulumnya 60% (atau 70% ya ūüėČ) adalah agama berbasis kitab salaf dan sisanya baru umum. Kedua, ¬†hampir semua kiai dan gus tambakberas ¬†bereputasi keilmuwan ngajar disini. Ini kebanggaan tersendiri. Bahkan Gus Dur juga pernah punya sejarah menjadi kepala sekolah sebentar ¬†disini dan istri beliau bu nyai sinta juga pernah sekolah disini. ¬†Tapi ini saya belum pernah verifikasi langsung hehehe… ¬†Intinya para alumni itu bangga bahwa ini sekolahnya banyak tokoh hebat di kalangan NU. Nah itu adalah keistimewaan ketiga. ¬†Iya, ¬†banyak tokoh mulai dari level kampung hingga nadional adalah alumni sekolah ini. ¬†Meskipun ini adalah sekolah yang kuat tradisi keilmuwan islam secara tradisional ala pesantren namun faktanya alumninya sukses ada di berbagai sektor profesional maupun informal. Keempat, ¬†secara penampilan fisik juga khas. ¬†Sekolah disini berarti tidak pakai sepatu sebab masuk kelas ngebak/nyeker/tanpa alas kaki. ¬†Jilbab yang kami pakai adalah minang. ¬†Terbuat dari kain memanjang yang berpola khas. Kalau upacara kami tidak berbaris-baris melainkan duduk duduk di area pelataran dan kadang depan kelas. Kelima, ¬†untuk masuk kesini tidak mudah namun bukan sulit. ¬†Tidak mudah sebab harus menaklukkan perasaan apakah siap lebih umur (ini penghalusan dari kata tua) ¬†di pondok. Masuk muallimat kebanyakan berasal dari MI khusus di tambakberas yg juga telah konsentrasi ilmu agama. ¬†Jika bukan lulusan MI tersebut jangan dikira bisa masuk. Kalau tak lulus tes maka siap siaplah masuk MI lagi, ¬†hehehe… ¬†Saya dengar sekarang sudah ada kelas persiapan. Jika anda sudah lulus SMP/MTs jangan dikira bisa masuk MMA. ¬†Anda harus tes yg jika tak lulus maka siap siaplah masuk MMP meskipun sudah berijazah SMP. ¬†Nah, ¬†harus siap “lebih berumur” di pondok kalau sekolah muallimat. Emang tesnya apa sich? ¬†Alquran, Setor hafalan alfiyah dan baca kitab kuning gundulan sahabat… ¬†ūüėČūüėČ. Keenam: sekolah ini adalah pencetak para pengurus, ¬†ustadz dan ustadzah di semua kompleks pondok pesantren di lingkungan pesantren Bahrul Ulum Tambak beras. ¬†Dengan kata lain keberlangsungan sistem pengajian beserta ketersediaan ustadz ustadzah di komplek pondok2 dibawah yayasan besar bahrul ulum ini diamankan oleh sekolah muallimin muallimat ini. Dengan kata lain santri yang sekolah disini dianggap lebih mumpuni secara keilmuan pesantren dan memiliki kelayakan mengajar di pondok maupun lainnya dimana kata muallimin muallimat sendiri memang merujuk pada makna guru.

Sungguh keberadaan madrasah ini adalah pemikiran luar biasa dari masyayikh tambak beras. ¬†Tambakberas menyediakan sekolah semua tingkatan pendidikan negeri maupun swasta sambil terus mereproduksi ustadz ustadzah melalui madrasah muallimin muallimat untuk membantu para pengasuk mengajar di madrasah diniyah pondoknya. ¬†Di tengah situasi banyak pondok lain yang “ngajinya kalah” sama sekolah formalnya sehingga pondoknya “berasa kos-kosan”, ¬†tambak beras menjaga keseimbangan ketersediaan guru ngaji kitab kuning salafi tradisional ¬†dengan sekolah khusus ini meskipun sekolah formalnya baik yg negeri maupun swasta terus bergerak makin modern dan maju.

Karena kelebihan kelebihan diatas (catat ya.. ¬†Termasuk: kelebihan usia!ūüėā) menjadikan seragam kami lebih penting daripada nama kami. ¬†Tak heran dalam banyak kesempatan di pondok, ¬†bahkan sekedar pas ngantri beli bakso, kami dipanggil: “Mbak Muallimat”. Sementara hampir tak pernah kudengar ada panggilan:”Mbak Aliyah”, “Mbak SMA”, “Mbak Tsanawiyah”, apalagi “Mbak SMP”.

Ya, disamping kelebihan usia,  anggapan mumpuni secara keilmuwan,  juga penampilan fisik kami memang khas dengan penutup kepala bernama minang seperti dalam gambar diatas. Minang ini adalah jenis penutup kepala muslimah dari masa lampau.  Agak kuno bin ketinggalan zaman.  Alih alih menggunakan jilbab kekinian sebagaimana umumnya penutup kepala muslimah Indonesia kontemporer sekolah kalo  ini malah melestarikan penutup kepala kuno bernama minang ini.   Mungkin karena masyayikh kami sangat berpegang teguh pada qoidah: almuhafadzoh ala qodimissholih wal ahdlu bil jadidil aslah.

Mengapa harus bangga menjadi santri? Bag 3 Hal hal yang dirasakan para alumni pondok pesantren.

Standar

12809563_989244381124213_1130352474086781576_n¬†Njenengan pernah tinggal di pondok pesantren sebagai santri…? ¬†Maka seumur hidup njenengan tetaplah seorang santri. Long life education sebagai mainstream pemikiran modern tentang ¬†pendidikan bukanlah hal baru buat santri. Rasulullah SAW telah mengakatakan pada kita tentang uthlubul ilma minal mahdi ilallahdi yakni menuntut ilmu semenjak dalam buaian bunda hingga kelak ke liang lahat.

Clifford Geertz yang mengkodifikasi struktur masyarakat jawa dalam santri,  priyayi dan abangan sebenarnya hendak merujuk santri sebagai sekelompok masyarakat yang menggunakan kaidah kaodah dan nilai nilai agama islam dalam perilaku hidupnya.  Keberadaan kelompok santri ini sangat ditopang oleh keberadaan pondok pesantren dengan para kiainya yang melestarikan kelompok sosial bernama santri ini.

Dan sejarah bangsa ini telah menunjukkan bahwa kekuatan kaum santri sebagai penopang pondasi kebangsaan telah terwujud jauh sebelum indonesia didirikan.  Adapun hari santri yang ditetapkan tanggal 22 oktober adalah momentum politik yang merujuk pada satu kejadian heroik dari jawa timur yakni resolusi jihad. Ini adalah supremasi kaum santri atas kemerdekaan bangsa. Resolusi jihad tersebut terbukti menggelorakan semangat bangsa hingga pecah kejadian besar 10 november di surabaya sebagai tonggak perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang kemudian diperingati sebagai hari pahlawan.

Jadi santri bukan hanya tentang sekelompok masyarakat yang hidup dengan nilai nilai agama melainkan juga sekelompok penting masyarakat bangsa Indonesia yang berjuang untuk kejayaan bangsa ini.

Berikut adalah lanjutan tulisan sebelumnya tentang bagaimana para alumni layak bangga menjadi seorang Santri:

4. Mazaltu tholiban.  Selamanya kita adalah santri. Alumni juga tetap seorang santri.  Seumur hidup ia menjadi santri.

Saat sudah lulus dari pondok dan mulai melanjutkan jenjang pendidikan maupun mulai bekerja menikah dan lainnya,  kenangan belajar di pondok mungkin belum terlalu kuat dirasakan mempengaruhi seorang alumni.  Namun saat hidup terus berjalan dan berbagai cobaan serta tantangan menerpa justru disitulah muncul berbagai ingatan atas nasehat dari kiai maupun ajaran ajaran di pondok saat mengaji.

Karena itu wajar sering ada terbit kerinduan masa masa mondok meskipun sebenarnya waktu mondok “ndablek”, males ngaji pun males jamaah. Biasanya terbit rindu ini sambil menyesal kenapa dulu kurang rajin mengaji dan belajar. ¬†Yah, ¬†penyesalan emang selalu datang terlambat sebab kalau datang diawal namanya bukan penyesalan melainkan pendaftaran ¬†ūüėĄūüėĄ..

Begitulah kami para alumni masih akan datang lagi untuk ngaji sejenak pas haflah, ¬†datang curhat minta nasehat ke kiai atau keluarganya, datang mibta didoakan, ¬†datang sekedar reoni tertawa bersama kawan2 santri senasib di zamannya, ¬†nyicipi makanan di warung favorit yg dulu serasa terlezat sedunia dan menyadari sebenarnya rasanya biasa biasa saja. ¬†Dulu begitu lezatnya mungkin karena belum paham makna lezat sesungguhnya dimana saat ini telah makan di warung atau restoran yang sebenar benarnya memaknai lezat ūüėāūüėā… Misalnya jika njenengan santri tambakberas era 90 an maka njenengan akan insyaf bahwa bakso pak thing bukaanlah yg terlezat sedunia meski dulu penuh perjuangan buat menikmati dg diam diam jam kosong lari ke situ atau super antri di jam normal.. Apalagi kalau pernah ¬†mampir ke malang dan sudah ketemu rasanya bakso presiden, ¬†bakso bakar pahlawan trip, ¬†bakso kota cak man dan bahkan bakso bakso tepi jalan di kota malang yang ampun ampin lezat beneran semuanya, ¬†hahaha… ¬†Pak Thing? ¬†Ya Bakso Pak Thing itu rasa kenangan…. ¬†Makanya tetap istimewa meski telah sadar itu biasa biasa saja… ¬†ūüėä

5. Banyak teman banyak saudara.  Termasuk banyak yang bisa diprospek besanan.

Iya, ¬†besanan. ¬†Saat umur bertambah kita beranak pinak maka pembahasan kita tak lagi kuliah dimana, kerja apa, pacaran atau nikah sama siapa namun anakmu usia berapa dan sudah siap nikahin anak atau sudah ada jodohnyakah anakmu…?.

Sebagai santri tentu ada perasaan ingin melestarikan kesantrian ini hingga anak cucu dengan memastikan punya mantu yg berasal dari keluarga santri. ¬†Agar ngerti berbakti pada orang tua sebagaimana ajaran agama. ¬†Perilaku srhari hari juga pakai agama. ¬†Setidaknya pernah ngaji kitabutthoharoh biar tau betul hadats kecil dan hadats besar, ¬†ahahahaiii. ūüėČūüėČūüėČ… Kelak punya cucu juga diajari ilmu agama.

Ini nyata loh.. ¬†Guyonan alumni menjelang tua gini galau galau soal anak anak yang beranjak remaja dan dunia remaja saat ini sungguh merisaukan. Jadi jodohnya anak mulai dipikir dengan ngelirik ngelirik anaknya teman sesama santri buat diambil mantu ūüėĄūüėĄūüėā

6. Saling mengingatkan, ¬†saling mendukung dan saling mendoakan. Karena punya nilai hidup sama tentang peran doa maka para alumni guyub soal saling ini: mengingatkan, ¬†mendukung dan mendoakan… ¬†Bahkan saling ijazah doa apa yg paling ces pleng buat ini buat itu.. ūüėĄūüėĄ

Waktu mondok paling seru soal doa mesti tentang doa mahabbah dan doa tolak mahabbah. ¬†Apa itu doa mahabbah…? ¬†Kalau santri ndak usah dijelaskan hahaha… ¬†Kalau njenengan bukan santri tanyakan yang santri deh…

 

Bersambung…

 

Mengapa harus bangga menjadi santri? Bag 2 Kebanggaan berikut dirasakan para alumninya.

Standar

12809563_989244381124213_1130352474086781576_nMenjadi santri berarti memupuk banyak kenangan kebersamaan.  Menjadi santri juga berarti memupuk segudang pengalaman. Istimewanya adalah hampir setiap hal yang sehari hari dilakukan memiliki alasan mengapa dilakukan. Misalnya bangun sepertiga malam yang akhir,  membaca wirid tertentu secara istiqomah, bahkan juga hal hal kecil seperti merapikan sandal teman-teman sekamar. Hal tersebut memupuk kesadaran tentang pembiasaan hal-hal yang baik berdasarkan ajaran agama islam serta petunjuk bijaksana dari para kiai.

Sikap hidup di pondok pesantren juga memupuk hal-hal positif yang kebanyakan mulai bisa dirasakan justru saat telah lulus dari pondok atau istilahnya sudah boyong. Berikut beberapa catatan yang umumnya dirasakan para alumni.

1. Hidup Sederhana. Mana bisa di pondok tidak hidup sederhana? Semuanya terbatas. Meskipun anak orang kaya juga tidak otomatis bisa bermewah-mewah sebab segalanya serba terbatas dan kadang memang dibatasi. ¬†Saking sederhananya mungkin jika dilihat awam akan mengatakan: ini sederhana apa mengenaskan? ¬†ūüėāūüėā. ¬†Santri putri biasanya masih lebih tertib dan teratur membatasi diri soal sederhana ini agar tidak menjadi mengenaskan. ¬†Namun tidak demikian santri putra. ¬†Pernah kawan santri putra cerita bahwa mereka makan mie rame rame di menggunakan bak cucian buat merendam mie pakai air panas sebab jumlah mie banyak dan tidak ada wadah tersedia. Dalam bahasa santri putra itu disebut: kreatif! Bukan mengenaskan sahabat…

Terbiasa hidup sederhana di pondok menyebabkan umumnya para alumni pondok tidak kagok untuk hidup sederhana meskipun banyak diabtara mereka yg secara ekonomi berkecukupan atau bahkan kaya raya. ¬†Di tengah maraknya gaya hidup hedonisme yang ditopang prestisiusnya media sosial kaum hedonis menjadikan hidup sederhana bukanlah hal yang mudah. ¬†Instagram, path, ¬†twitter, fb dan lainnya banyak diisi postingan plesiran, makan makanan mewah hingga penampilan mahal berhastag OOTD alias Outfit Of The Day yang pamer merk baju, sepatu tas hingga pernik2 penampilan lainnya menjadikan hidup sederhana bukanlah hal yang mudah sebab tidak tampil “gaul” dan tidak juga “up date”.

2. Mengelola kepemimpinan dan organisasi santri. ¬†Kalau njenengan mondoknya agak lama sedikit saja hampir pasti memiliki pengalaman sebagai pengurus. ¬†Ini adalah pengalaman istimewa dimana santri senior biasanya menjadi pengurus pondok dan ikut mengelola pondok sesuai bidangnya masing-masing. Bidang yang paling istimewa adalah keamanan. Hampir semua santri tidak ada yang tidak ingat siapa pengurus keamanan pondok. Tahu mengapa? Keamanan ini yang paling aktif “obrak obrak” pada jadwal jamaah, ngaji, ¬†ro’an dan lainnya. ¬†Serta tentu saja keamanan ini yg bagian menghukum kalau ada santri melakukan pelanggaran. Itulah kenapa santri yg memegang tampuk amanah sebagai keamanan adalah yang paling disegani juga paling ditakuti.

Tentu banyak bidang selain keamanan seperti pendidikan yg ngurus ngaji atau diniyah, da’wah yang ngurus belajar khitobah, ¬†kebersihan yang ngurus pondok bebas sampah, ¬†dan lainnya. ¬†Diatas bidang bidang itu ada pengurus harian atau pengurus inti yang bertanggung jawab pada keseluruhan pondok yang umumnya terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara. ¬†Tanggungjawab yang diemban ini menjadikan para pengurus pondok terbiasa memimpin serta trampil mengelola organisasi. Karena itu tidak heran banyak alumni pondok yang tampil sebagai pemimpin formal maupun informal di tengah masyarakat baik putra maupun putri. ¬†Tidak sedikit teman saya jadi kepala desa, anggota dpr, ¬†camat, ¬†birokrat maupun pengusaha termasuk yang perempuan. Saya punya teman perempuan santri di kecamatan senori tuban yang jadi kepala desa. ¬†Ada juga yang jadi anggota dpr ri dan berkiprah aktif di struktur partai. ¬†Saya sendiri pernah jadi anggota dprd sebelum kemudian memutuskan menjadi dosen dan lalu fokus sebagai ibi rumah tangga dan guru ngaji saja di rumah.

Saya yakin bahwa salah satu pondasi kepemimpinan para alumni pondok pesantren itu terbentuk semenjak menjadi santri di pondok.

3. Tidak takut rezeki sebab Alloh telah menjamin rezeki manusia.  Mencari ilmu bukan untuk mendapat pekerjaan. Demikian taklimul mutaallim, kitab wajib para santri ttg etika pelajar/santri, mengajarkan.  Santri mengaji dan sekolah tidaklah berorientasi hendak mendapatkan pekerjaan atau profesi  apa melainkan tekun belajar dan beribadah semata mata dengan niat mencari ridlo Alloh, menghilangkan kebodohan,  dan menegakkan agama islam.

Namun demikian faktanya para santri memiliki beragam profesi. Baik sebagai pegawai negeri,  swasta,  petani,  pedagang pengusaha dll.  Perhatikanlah mereka semua di profesinya masing masing adalah orang yang sadar bahwa rezeki sudah diatur Alloh.

Teman-teman saya yang alumni pondok banyak yg berdagang dan saya lihat begitu enjoy dengan profesinya.  Jaringan kerja perdagangannya juga bertambah kuat manakala bersentuhan dengan sesama alumni baik sebagai konsumen maupun jaringan distribusi perdagangan. Ya,  banyak teman banyak rezeki adalah salah satu esensi silaturrahim.

Fakta juga bahwa tidak sedikit teman aaya alumni pondok yang dulunya sekolah agama ijazah “setengah” nunut namun malah jadi PNS. ¬†Tentu paling banyak adalah berprofesi sebagai guru. Sebuah profesi mulia dengan tuntan kadar keikhlasan yg harus tinggi sebab konon umunya gajinya masih rendah meski beberapa sudah “katut” sertifikasi. Santri sudah biasa ihlas sahabat…

Bersambung…