Category Archives: Lamongan Kampung Halaman Tercinta

Lamongan Dan Terorisme: Jangan sampai Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga!

Standar

Dalam suatu forum guyon-guyon teman-teman saya “nggojloki” diri saya sebagai warga asli kota lamongan bahwa orang lamongan itu kreatif-kreatif sebab selain pandai menyajikan masakan lezat di waeung-warung PKL orang lamongan ternyata juga pandai memanfaatkan momentum populer. Misalnya dari banyak kasus terorisme mencuat banyak yang ada hubungannya dengan lamongan. Hubungan tersebut bisa jadi oranga/pelakuanya ataupun lokasi jaringannya. Ini guyon. Tapi menurut saya lebih tepat disebut setengah guyon.

Hati saya terusik sebagai warga lamongan jadi saya coba menelusuri di media on-line tentang kasus teroris dan terduga teroris yang diberitakan media on line. Kaget juga ternayata  setidaknya ada 9 kasus yang saya temukan dalam waktu singkat. Kasus-kasus ini saya rangkum dalam tabel berikut:

No Nama Pelaku Kasus Alamat Asal Pelaku Informasi Personal Pembahasan Media Tentang Pelaku
1 Amrozi. Ia juga terkenal dengan kelompoknya bernama trio bombing yakni Ali Ghufron alias Mukhlas dan Ali Imron. Mereka bertiga saudara kandung. Bersama ketiganya ditangkap juga saudara tiri mereka yang turut memback up yakni Ari fauzi dan Tafsir. Bom Bali 1

Terjadi pada tanggal 12 oktober 2002

Tenggulun Kec Solokuro Tidak ada catatan criminal, bersaudara dengan ali ghufron dan ali imron yang belakangan juga terkait kasus terorisme. Amrozi mendapat julukan the smiling assassin oleh media barat sebab penampilannya yang selalu tersenyum sumringah sepanjang persidangan dan menampakkan tak perduli dengan persidangan tersebut. Dalam buku yang ditulisnya selama mendekam di Nusakambangan berjudul senyum terakhir sang mujahid ia mengakui turut berkontribusi pada banyak kasus terorisme sejak tahun 1999 antara lain: kerusuhan di Maluku, poso, peledakan gereja di mojokerto, mataram, batam, pekanbaru, dst.
2 Zaenal Arifin Bom bunuh diri Poso 3 Juni 2013 Kel Blimbing Kec Paciran Terkenal ramah, baik dan taat beribadah Sebagai “Pengantin” yakni istilah untuk pelaku bom bunuh diri.
3 Iwan Ditangkap Densus 88 pada tanggal 15 Agustus 2013 Asal Bekasi tinggal di rumah mertua Kel Jetis Kec Lamongan. Sering shalat di masjid polres lamongan dan bersalaman dengan Kapolres di Masjid Diduga bagian dari Jaringan Teroris internasional Al Qaida.
4 Toni Saronggallo Ditangkap Densus 88 pada tanggal 22 Desember 2014 Dusun Kalimalang Desa Kentong Kecamatan Glagah Asal kota Kediri. Mencari nafkah sebagai penjual ayam. Pernah ikut latihan perang di gunung junto aceh. Jaringan Dul Matin, Perencana Bom Bali 1. Menurut piak kepolisian yang bersangkutan masih aktif dalam Jaringan terorisme tersebut.
5 Fadlan Muholat Tewas di Iraq tahun 2015 Solokuro Berangkat ke Iraq biaya sendiri. Berpamitan sebagai TKI. Diberitakan tewas di Iraq dan diberitakan oleh media bahwa masih banyak warga Lamongan lainnya yang tergabung ISIS baik berada di luar negeri maupun dalam negeri.
6 Edy Darwanto Menyimpan bendera ISIS, ditangkap 9 Agustus 2014 Kec Paciran Seorang Nelayan Ditemukan bendera, buku, buklet, CD dan lainnya di rumah terduga namun segera di lepas oleh pihak kepolisian dengan alas an tidak terbukti terkait kelompok teroris.
7 Tidak ada detail nama hanya disebut 8 anggota keluarga Lamongan tergabung ISIS Diungkap oleh imigrasi dalam wawancara pembuatan paspor. Diberitakan di banyak media on line pada tanggal 23 Maret 2015 Kec Brondong, Kec Paciran dan Kec Karanggeneng Tidak jelas Tidak jelas
8 Ririn Ditangkap saat menyeberang ke Syuriah melalui Turki bersama 17 Oranng WNI lainnya. Ia mengajak ketujuh anaknya. Diberitakan media pada 15 Maret 2015. Desa Kandangsemangkon Kecamatan Blimbing istri dari Ahsanul Huda, 40 tahun, pria yang terdeteksi ada di Turki pada pertengahan Ramadan 2014. Pamit keluarga untu pergi mengaji ke Solo.

Tidak ada informasi di media mengapa mereka berangkat ke Syuriah. Kemungkinan mengikuti suami.

9 Tiara Nurmayanti Bersama Ririn ditangkap saat menyeberang ke Syuriah melalui Turki bersama 17 Oranng WNI lainnya. Ia mengajak seorang anak berusia 2,5 tahun. Diberitakan media pada 15 maret 2015. Jl Raya Deandles Kampung Gowak Kel Blimbing Kec Blimbing. istri dari Mohammad Hidayah, terduga teroris yang meninggal dalam penggerebekan di Tulungagung oleh Detasemen Khusus 88 pada 22 Juli 2013. Tidak ada informasi tentang tujuannya mengingat suaminya telah tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Tulungagung.

Sumber: Diolah, 2016

Amrozi Sang Pioner Teroris Lamongan

Daftar tabel atas jika dilihat sekilas maka yang paling banyak menyita perhatian publik adalah amrozi. Ketokohan Amrozi sebagai teroris sangatlah terkenal hingga seantero dunia. Saat kasus Bom Bali 1 terjadi itu banyak kalangan yang menyatakan bahwa saat itu  popularitas Kabupaten Lamongan melebihi Kota  Surabaya ibu kota provinsi Jawa Timur akibat kasus tersebut.  Tentu saja ungkapan tersebut tak layak disikapi dengan bangga sebagaimana ungkapan goyunan kawan-kawan saya di atas juga tak layak disikapi dengan bangga.

Saya ingat betul saat eksekusi Amrozi dilakukan Media mengekspose besar-besaran seolah ia adalah pahlawan. Masyarakat juga tak kalah heboh mereka berbondong-bondong takziah ke rumah keluarga Amrozi seolah ia pahlawan. Padahal saat beberapa teman-teman saya dari kalangan pedagang pasar baru kota lamongan yang takziyah saya tanya kenapa kalian takziyah kan gak kenal mereka? jawabnya unik;”siapa tau masih ada media kan lumayan kita diliput”. Whatttttttt??????

“Lagipula kasihan keluarganya mbak…  mereka kan orang-orang shaleh dan tidak terkait dengan perilaku Amrozi itu..”. Agak membingungkan memang logika tidak setuju dengan terorisme namun tetap memilih berangkat takziyah secara berombongan itu. Bahkan mistifikasi beredar sebentar tentang kuburan Amrozi. Sebentar saja. Hanya sebentar kemudian tak terdengar lagi. Belakangan saya memahami bahwa mereka ini, teman-teman saya yang konon takziyah itu, sebenarnya hanyalah ingin menjadi “keren” di lingkungannya dengan bisa bercerita sebagai saksi mata bagaimana rupa kuburan seorang teroris.

Media punya peran besar dalam membentuk “citra” seorang teroris dalam kasus Amrozi ini sehingga masyarakat begitu rupa merespon kematian Amrozi ini. Sebenarnya ini juga mengingatkan saya pada pada kasus Bom Sarinah dimana masyarakat malah menonton dan bukannya lari menyelamatkan diri seperti yang seharusnya. Mereka menonton. Iya, menonton. Sebagaimana dulu Amrozi juga “ditonton” dalam bungkus takziyah.

Namun bagaimanapun juga selayaknya publisitas ada yang benar-benar mengidolakan. Mungkin karena itu kasus keterlibatan warga Lamongan dalam kasus terorisme masih berlajut hingga akhir tahun 2015. Bahkan di tahun tersebut sudah mulai muncul dua perempuan yang berani melewati bahaya menuju tanah syuriah meskipun media massa tidak memberitakan apa motivasi dan tujuan para perempuan tersebut. Bukankah butuh mental militan luar biasa ketika wanita dengan 7 (tujuh) anak dan seorang janda dengan bayinya berusia 2,5 tahun melakukan perjalanan antar negara menuju wilayah konflik?! Apa yang ada di pikiran para wanita ini sehingga membawa buah hati mereka menuju lokasi yang membahayahan nyawa mereka?

 

Mereka terkonsentrasi diwilayah pantura

Coba perhatikan alamat para teroris dan terduga teroris itu umumnya terkonsentrasi di Kecamatan Paciran, Solokuro dan Blimbing. Baru kemudian selebihnya di kecamatan kota, glagah dan belakangan muncul istilah perluasan di Karanggeng dimana Karanggeneng ini berbatasan dengan Solokuro.  Artinya ada Pekerjaan Rumah (PR) besar untuk pemerintah dan kepolisian terdekat untuk meneliti dan memahami mengapa demikian, bagaimana itu berkembang serta apa saja peluang yang bisa dilakukan untuk memberantas dan setidaknya menghambat hal tersebut menyebar luas. Memang tidak menutup kemungkinan penyebarannya ke seluruh penjuru kecamatan. Setidaknya tidak ada kasus terorisme yang melibatkan warga Lamongan selatan. Bisakah ini dijelaskan mengapa demikian?

Ada apa saja dan bagaimana masyarakat lamongan di wilayah pantura ini terinfiltrasi ideologi terorisme saya kira hal tersebut tak akan cukup di selesaikan oleh pemerintah dan kepolisian sebab keterbatasan mereka. Peran nyata masyarakat jauh lebih penting dalam konteks pe ntingnya memahami islam sebagai agama damai yang anti terorisme.  Simpul-simpul masyarakat khususnya dari kalangan ormas keagamaan haruslah digandeng dengan tepat oleh pemerintah untuk bergerak bersama dalam hal ini.

 

Lamongan kota yang baik

Zaman masa remaja saya (1992-2000an awal) Lamongansering dijuluki kota kodok. Memang mengasosiasikan pada keberadaan obyek wisata Tanjung Kondok yang saat ini sudah menjadi Wisata Bahari Lamongan (WBL). Julukan Kota Kodok itu secara “semonan” juga menyindir tentang situasi fenomena alam lamongan yang kalau hujan “ora iso ndodok” dan kalau kemarau “ora iso cewok” yang kemudian disingkat kodok. Maknanya saat penghujan tak bisa duduk karena banjir dan saat kemarau tak bisa membersihkan diri setelah buang air karena kekeringan. Jadi kondisi alam yang kurang menguntungkan ini tidak membuat warga lamongan frustasi melainkan menjadikan hal ini tantangan sekaligus guyonan ringan. Ini watak umum masyarakat lamongan.

Ada juga julukan Banglades yang berarti Bangsa Lamongan Ndeso. Ada juga julukamn Lampung yang kepanjangan dari Lamongan Kampung. Juga ada istilah LA yang bukan kepanjangan dari Los Angeles melainkan Lamongan Asli. Begitulah warga lamongan di masa lalu biasa humoris dan saling “gojlokan” dalam interaksi dengan orang dari wilayah manapun secara enjoy. Seiring dengan kemajuan berkat kerja keras semua pihak, guyonan ini lambat lain tenggelam dari arena “gojlokan” antar teman.

Lamongan awalnya juga lebih banyak terkenal sebagai sumber berbagai  kuliner istimewa. Soto Lamongan, tahu campur lamongan, wingko lamongan, penyetan, bebek tugu pahlawan, sari laut lamongan, dan tentu saja Nasi Boranan adalah contoh dari beberapa kuliner lamongan yang termasyhur. Yang ini juga sempat terdampat saat kasus bom bali 1 dimana warga lamongan yang merantau berjulan makanan, khususnya di bali, takut mem-branding dagangan mereka ini dari Lamongan. Sungguh terorisme itu berdampak negatif hingga ke perekomomian rakyat semacam ini.

Jadi, kalau ada warga lamongan yang menerima guyonan maupun komentar miring tentang lamongan kota teroris itu baru terjadi dimulai dari kasus Amrozi tahun 2002. Fenomena yang sangat baru jika dibanding kemasyhuran lamongan untuk hal-hal baik serta hal-hal lucu yang telah saya ulas diatas.

Terlebih lagi jika kita mau meneliti orang-orang lamongan yang sukses di perantauan sebagai tokoh-tokoh masyarakat, ilmuwan, pengusahar dan seterusnya maka ketokohan para teroris itu sangatlah kecil bagaikan sebutir debu di Lamongan. Mereka hanya besar di media massa. Jangan sampai nila setitik rusak susu sebelanga. Jangan sampai karena amrozi dkk setitik rusak kebaikan se Kabupaten Lamongan.  Lamonga itu  baik!.

 

 

 

 

 

 

Link-link terkait lamongan dan terorisme

Bom Bali 1

https://id.wikipedia.org/wiki/Bom_Bali_2002

http://www.pantau.or.id/?/=d/258

Penangkapan Densus 88 pada tahun 2013

  1. Terduga iwan dari kelurahan jetis kec lamongan: http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/17/terduga-teroris-sering-salat-berjamaah-dan-jabat-tangan-dengan-kapolres?page=2

Penangakapan Densus 88 pada tahun 2014 (terkait Bom Bali)

  1. Terduga Toni Saronggolo Dsn Kalimalang Kec Glagah: http://hariansib.co/view/Headlines/40883/Diduga-Anak-Buah-Dulmatin–Perencana-Bom-Bali-Warga-Lamongan-Penjual-Ayam-Diciduk-Densus-88.html#.VqtVMqsxXITw
  2. http://news.detik.com/berita/2783898/warga-lamongan-penjual-ayam-diciduk-densus-88
  3. http://www.bangsaonline.com/berita/7004/densus-tangkap-tersangka-teroris-saat-kulakan-ayam-di-lamongan

Tentang ISIS dan Warga Lamongan

  1. http://nasional.tempo.co/read/news/2014/08/11/078598782/anggota-isis-asal-lamongan-di-irak-diduga-masih-banyak
  2. http://nasional.tempo.co/read/news/2014/08/12/078598878/gabung-isis-teroris-bom-bali-ini-tewas
  3. http://www.tribunnews.com/regional/2015/03/23/delapan-anggota-keluarga-asal-lamongan-diduga-gabung-isis
  4. http://nasional.tempo.co/read/news/2015/03/16/058650256/tiara-dari-lamongan-pamit-ngaji-ke-solo-ditangkap-di-turki
  5. http://www.cnnindonesia.com/internasional/20150417133828-106-47408/ada-keterkaitan-jaringan-teror-lamongan-poso-suriah/